isiantar.com – Yanuar Firman (35) ayah dari seorang balita berusia 4 tahun, menderita luka serius. Lima tulang rusuk dan tulang bahunya patah. Ia menjadi korban begal yang sadis saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai beraktifitas mencari nafkah.
Menurut istri korban, Lidia, sebelumnya pihak rumah sakit telah menjadwalkan melakukan operasi terhadap korban pada hari Senin (2/10/2017). Namun karena di pemeriksaan lanjutan juga ditemukan luka lebam dan pendarahan di paru-paru, operasi diputuskan diundur untuk beberapa hari dengan harapan kondisi korban akan lebih baik.
Lidia yang ditemui saat menemani korban di salah satu rumah sakit swasta di Kota Siantar menceritakan, kejahatan sadis yang menimpa suaminya itu terjadi Minggu dini hari (1/10/2017) sekitar pukul 02.00 Wib, di Jalan Sisingamangaraja, persisnya di depan SMPN 7. Di tiap akhir bulan pekerjaan korban di salah satu perusahaan swasta memang menuntut korban untuk pulang agak larut.
Ketika itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor dari arah Parluasan ke arah Jalan Bali, memang melihat cahaya lampu sebuah sepeda motor yang mendekat dari arah belakang. Tak diyana, saat melaju persis di persimpangan empat depan SMPN 7, seketika korban merasakan sebuah pukulan yang sangat keras di punggungnya.
Pukulan itu langsung membuatnya tersungkur ke badan jalan. Sepeda motornya terjatuh dan terseret hingga masuk ke dalam parit.
Saat tergeletak, korban masih sempat merasakan kakinya diinjak pelaku. Dompet dan smartphone milik korban diambil pelaku, sementara, sepeda motornya tidak. Diduga pelaku takut keburu tertangkap jika mengambil sepeda motor yang posisinya di dalam parit yang berdekatkan dengan rumah warga.
Korban sendiri baru diselamatkan dua jam kemudian.
Menurut penuturan seorang warga bermarga Simbolon yang membantu mengevakuasi korban kepada Lidia, korban diperkirakan sudah tergeletak sekitar dua jam di lokasi itu sebelum Simbolon tiba. Di situ memang telah banyak warga yang mengerumuni korban. Namun tidak satupun yang berani menyentuhnya.
Dengan bantuan Simbolon, korban yang masih sadarkan diri berhasil menghubungi Lidia. Simbolon juga mengembalikan sepeda motor ke rumah korban di Kelurahan Kampung Kristen dengan naik bentor. Dan juga ikut membantu hingga ambulans datang dan membawa korban ke rumah sakit.
Saat ini, dalam suasana mendampingi suaminya yang luka parah, Lidia berkata hanya berdoa berharap agar suaminya segera diberi kesembuhan. Juga berharap seluruh warga di kota kecil ini agar turut mendoakan supaya kasus kejahatan begal tidak lagi terulang lagi di kota ini. [nda]




















