isiantar.com – Hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Kompleks Perkantoran Bupati Simalungun, terdapat sebuah jalan yang kondisinya rusak. Di antara kupak-kapik pada badan jalan, ada sebuah lubang menganga dengan kedalaman hingga sekitar 25 sentimeter. Menurut warga, kerusakan itu sering mengakibatkan pelintas mengalami kecelakaan tunggal.
Jalan dimaksud ialah Jalan Siantar – Saribu Dolok KM 25, persisnya di Nagori Awal Dame. Jika menuju Pematang Raya, jalan ini pertama kita temui sebelum kompleks perkantoran.
“Hampir tiap hari jalan ini makan korban. Semalam (kemarin,red), hari Sabtu sama Minggu ada naik kereta jatuh gara-gara lubang itu,” ujar seorang warga bermarga Manik, Senin sore (13/3/2017).
Manik yang didampingi istrinya mengaku sudah teramat sering melihat kecelakaan di lokasi yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya itu. Dari penuturan para korban yang sering mereka dengar, kebanyakan korban mengaku terkejut melihat lubang tersebut. Sebab bila dari arah Pematang Raya ke Siantar, keberadaan lobang tersebut baru terlihat jelas oleh pengendara dari jarak sekitar 3 meter. Sehingga banyak yang sulit untuk mengelakkannya.
Amatan isiantar.com di hari yang sama, kendaraan yang melintasi jalan ini langsung menurunkan kecepatannya secara drastis. Mereka mengelakkan lobang tersebut dengan meminggir cukup jauh ke beram jalan. Entah bagaimana, banyak pengendara yang melintasi beram jalan lewat arus yang berlawanan. Kondisi pada kupak-kapik jalan tersebut mencapai sepanjang sekitar 20 meter.
Pemuda di sekitar pernah menimbun kerusakan tersebut dengan tanah dan bebatuan dengan harapan pemkab mau memperhatikan dan kemudian memperbaikinya secara permanen. Namun menurut mereka, yang muncul kemudian adalah perdebatan antara apakah perbaikan jalan tersebut menjadi kewenangan pemkab atau pemerintah tingkat provinsi.
Foto kerusakan jalan di Simalungun kerap dibagikan di media sosial
Di dunia maya, atau jejaring media sosial, foto-foto sejumlah jalan yang rusak menjadi salah satu jenis foto yang sering dibagikan oleh warga atau dipampangkan grup-grup yang dipenuhi warga Kabupaten Simalungun.
Apa yang tampak di dunia maya itu, menurut Agustian Ramadona SH, MM, salah seorang warga Kabupaten Simalungun, adalah sebagaimana realita sesungguhnya.
“Dalam aktifitas sehari-hari saya juga harus melintasi banyak jalan. Dan memang seperti itu banyak sekali jalan yang rusak, hampir setiap hari ada kecelakaan,” ungkapnya.
Pria yang berdomisili di Jalan Medan Kecamatan Tambun Nabolon ini, menilai kondisi itu terjadi karena tidak terbangunnya koordinasi yang baik antara Pemkab dengan Pemprovsu.
“Sebaiknya kan pemkab harus melakukan ‘jemput bola’ ke provinsi untuk langkah perbaikan-perbaikan jalan itu. Sebab resiko dari kerusakan itu paling rentan menimpa warga Simalungun sendiri,” katanya mengkhiri. [nda]























