isiantar.com – Hingga sampai di akhir kuartal ketiga di tahun 2018, serapan anggaran di Pemko Pematangsiantar, Sumatera Utara, masih sangat rendah.
Data diperoleh isiantar.com per 28 Agustus 2018, serapan anggaran paling rendah terlihat pada pos-pos belanja yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, yaitu pada belanja modal.
Contohnya untuk Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, serapan anggaran masih hanya Rp 51,4 miliar dari target sebesar Rp 201,6 miliar. Yang artinya serapan anggarannya masih hanya 25 persen.
Untuk Belanja Peralatan dan Mesin, realisasi serapan anggaran cuma Rp 14,2 miliar dari target sebesar Rp 47,2 miliar, atau hanya 33 persen.
Untuk pos Belanja Bangunan dan Gedung, realisasi serapan anggaran hanya sebesar Rp 7 miliar dari target Rp 31 miliar, atau hanya 22 persen.
Sementara untuk pos Belanja Aset Tetap Lainnya, dari target sebesar Rp 22,2 miliar, realisasi serapan anggaran masih cuma Rp 145,4 juta, atau hanya 0,6 persen.
(Baca juga: Populasi Siantar Minus, antara Keberhasilan KB dan Kegagalan Ekonomi)
Rendahnya serapan anggaran ini membuat masyarakat kecewa karena menjadi bukti rendahnya kemampuan pemko melaksanakan pembangunan.
Salah satunya diungkapkan oleh R Napitupulu, warga Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara. “Padahal kita sebelumnya membayangkan pembangunan akan lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya, karena pejabat-pejabat pemko Siantar yang sekarang kan sudah banyak yang dari sekolah pemerintahan,” ungkapnya. [nda]
Baca Juga:
Semua Uang Kamar Mandi Taman Bunga Dimakan Pengelola
Dugaan Pemerasan Kepsek yang Libatkan Zainal Siahaan, Ini Kata Kajari




















