Siantar — Penyelesaian konflik antara pihak PTPN III yang disebut sedang melakukan Okupasi Lahan, dengan warga petani penggarap, di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematang Siantar, hingga kini belum menemukan titik temu. Sementara, telah beredar salinan daftar nama orang-orang yang disebut sebagai penggarap yang sudah menerima Sagu Hati berbentuk uang tunai dari pihak PTPN III.
Dalam daftar itu terlihat ada 86 orang yang disebut sudah menerima Sagu Hati tersebut. Yang pada kolom keterangannya, uang itu dinyatakan diserahkan pada rentang Oktober hingga November tahun 2022.
Dalam daftar itu salah satu yang tampak mencolok adalah terteranya nama salah seorang pejabat Lurah di lingkungan Pemko Pematang Siantar sebagai salah seorang penerima. Yaitu, Sabaruli Rohma Tuah Sipayung, yang merupakan pejabat Lurah Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan.
Dalam daftar itu nama Sabaruli tidak hanya mencolok karena dikenali sebagai Lurah, tetapi juga karena dia menjadi penggarap yang memiliki lahan garapan paling luas dibandingkan penggarap lain di dalam daftar tersebut. Jika penggarap lain rata-rata luas lahan garapannya hanya berkisar 1 sampai 10 rante, lahan garapan Sabaruli di Eks HGU PTPN tersebut seluas 131 rante.
Dikonfirmasi isiantar.com pada Jumat siang (10/2/2023), Sabaruli membenarkan bahwa memang namanyalah yang tertera dalam daftar tersebut.
“Ya. (Sudah menerima uang sagu hati) Ganti tanaman dan bangunan,” jawab Sabaruli. “Termasuk jurangan/perengan,” imbuhnya.

Ditanya bagaimana sejarahnya hingga namanya bisa masuk dalam daftar penggarap di Gurilla, Sabaruli mengatakan hal itu dimulai pada tahun 2004 saat dia bergabung dengan Futasi (Forum Tani Sejahtera Indonesia) yang merupakan organisasi para petani penggarap di lahan Eks HGU PTPN tersebut.
Ditanya berapa besaran uang Sagu Hati yang diterimanya atas lahan garapan seluas 131 rante itu, Sabaruli mengirimkan foto kwitansi senilai Rp 98.809.822.

Sementara penelusuran isiantar.com atas frasa Sagu Hati di dalam KBBI, disebutkan bahwa arti Sagu Hati adalah pemberian (tanda mata, hadiah, dan sebagainya) sebagai hiburan (tanda penghargaan, kenang-kenangan, dan sebagainya, yang berasal dari kata dasar Sagu. [nda]
Baca juga:
Menteri PUPR Diminta Tinjau Pembangunan Tol Tebing Tinggi — Parapat




















