Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Aku lari ke hutan, rumah dibakar, kawanku dipukuli: Kesaksian Nenek Diduga Korban Kekerasan PT TPL

by Redaksi
23/09/2025
in Hukum
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumut  — Ompu Denata boru Hutabarat (62), seorang nenek dari komunitas adat Lamtoras, akhirnya ditemukan selamat setelah sempat dinyatakan hilang pasca penyerangan brutal yang diduga dilakukan ratusan pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) di wilayah kelola Masyarakat Adat Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Penyerangan yang terjadi pada Senin (22/9/2025) itu awalnya melibatkan sekitar 150 orang hingga 300 orang dan terus bertambah dari pekerja, sekuriti, dan diduga preman bayaran TPL.

Mereka menyerang barisan Masyarakat Adat di Buttu Pangaturan secara membabi buta, saat masyarakat berupaya menolak kehadiran TPL diatas tanahnya. Warga berhamburan menyelamatkan diri, termasuk Ompu Denata yang dalam kondisi kurang sehat dan tidak bisa berlari dengan cepat.

Menurut kesaksiannya, saat serangan terjadi, Ompu Denata memilih menyelamatkan diri dan masuk ke rumah salah seorang warga. Rumah itu kemudian dibakar sehingga dengan terpaksa berlari ke arah hutan. “Aku pergi ke hutan, setelah rumah itu dibakar. Aku melihat kawanku yang lain dipukuli. Saya terus bersembunyi masuk ke hutan, hanya bisa berdoa,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia bertahan seharian penuh di dalam hutan. Ketika malam tiba, ia mencoba keluar untuk pulang ke rumahnya. Namun di tengah perjalanan, ia kembali melihat segerombolan orang tak dikenal yang diduga preman bayaran TPL berkeliaran di sekitar lokasi.

“Aku lihat ada orang-orang itu lagi, aku takut. Saat bersamaan, aku melihat ada tenda pembungkus kompos. Ku ambil tenda itu, lalu aku tengkurap di bawahnya, sambil terus berdoa agar jangan ketahuan,” tuturnya.

Ketakutannya semakin besar ketika ia mendengar suara drone berputar di atas kepalanya. “Bunyi drone itu jelas, pas di atas kepala ku. Aku hanya bisa menutup tubuh dengan tenda itu sambil berdoa,” ungkapnya.

Dalam kondisi penuh ketakutan, Ompu Denata akhirnya tertidur di bawah terpal tersebut hingga fajar menyingsing. Sekitar pukul 06.00 WIB ia terbangun, lalu memantau keadaan sekitar. Melihat situasi mulai tenang, ia memberanikan diri melanjutkan perjalanan pulang dengan kondisi kaki sakit. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia tiba di rumahnya dan disambut dengan isak tangis keluarga yang sejak kemarin kehilangan kabar.

Sementara perempuan adat sudah melakukan pencarian setelah matahari terbit pagi ini. Dan mereka kembali ke kampung pukul 11.40 WIB setelah mendapat informasi bahwa ibu Masta yang mereka cari telah kembali ke kampung.

“Kami terpaksa harus berangkat mencarinya, karena polisi yang kami minta bantu tidak ada memberikan informasi keberadaannya sejak kemarin” ujar salah seorang perempuan adat yang melakukan pencarian.

Warga Terluka dan Kerugian Besar

Sementara itu, pengurus Lembaga Adat Lamtoras menyebutkan sebanyak 33 warga terluka dalam penyerangan tersebut, dengan 14 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit sampai sekarang 9 orang masih dirawat intensif di Rumah Sakit.

Tak hanya korban luka, kerugian material juga sangat besar. Posko perjuangan Masyarakat Adat Sihaporas dibakar, lima gubuk pertanian hangus, empat rumah warga dibakar sepuluh sepeda motor dibakar, delapan sepeda motor dirusak, satu unit mobil pick-up hangus, serta barang-barang pribadi seperti surat-surat, ijazah, enam telepon genggam, satu laptop, dan satu mesin pencacah rumput turut musnah.

Masyarakat adat sempat tidak bisa melakukan pencarian terhadap Ompu Denata karena akses menuju lokasi dijaga ketat oleh karyawan dan sekuriti TPL pada beberapa titik. Selain itu, jalan menuju lahan yang direbut PT. TPL telah digali lubang besar sehingga menggangu akses atau jalur evakuasi.

Pengurus Lamtoras juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Simalungun melalui DPD RI, Pastor JPIC Medan dan beberapa lembaga lainnya, namun hingga pukul 10.00 wib hari ini tidak ada aparat yang hadir di lapangan pasca penyerangan itu, termasuk untuk melakukan pencarian terhadap Op. Deonata sebelumnya.

“Kami sudah meminta bantuan, tapi tidak ada polisi yang datang. Kami benar-benar ditinggalkan menghadapi kekerasan ini sendiri,” kata Ambarita, pengurus Lamtoras.

Komunitas adat Lamtoras menuntut negara segera menghentikan tindakan kekerasan berulang yang dilakukan PT TPL dan menegakkan hukum terhadap para pelaku serta pihak yang bertanggung jawab. (Sumber: Aman Wilayah Tano-Batak)

Tags: BudayaHukumKriminalPemuda Batak Bersatu - PBB
ShareTweetPin

Related Posts

GAMKI Siantar Bahas Bantuan Hukum dan Pemberantasan Narkoba dengan Kapolres

by Redaksi
19/05/2026
0

...

Polisi Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa di Depan Balaikota Siantar

by Redaksi
14/05/2026
0

...

Sekretaris DPD KNPI Sumut, Muhammad Tarmizi, tengah menyampaikan kata sambutan pada pembukaan Musda ke-14 DPD KNPI Kota Pematangsiantar, Sabtu (9/5/2026).

KNPI Sumut akan Laporkan Pembuat Poster Bertendensi Rasial

by Redaksi
10/05/2026
0

...

Pernyataan Corporate Secretary BNI Dinilai Penyesatan dan Kebohongan

by Redaksi
29/04/2026
0

...

Disaksikan Ribuan Orang, Karnaval HUT Siantar Berlangsung Meriah

by Redaksi
27/04/2026
0

...

Rangkaian HUT ke-55: Forkopimda berziarah ke Jorat Raja Siantar

by Redaksi
27/04/2026
0

...

Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik Digelar di Masjid Raya

by Redaksi
27/04/2026
0

...

Perayaan HUT ke-155: Siantar Rumah Kita

by Redaksi
25/04/2026
0

...

Gedung PDAM Tirtauli di Jalan Porsea No. 2, Pematangsiantar.

Kepada Pansus LKPJ, Tirta Uli Sampaikan Telah Laksanakan Semua Rekomendasi Komisi II

by Redaksi
19/04/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis

by Redaksi
19/04/2026
0

...

Terkini...

Walikota Siantar Hadiri Festival Malam Waisak 2570 Buddhist Era

31/05/2026

Dekranasda Siantar akan Gelar UMKM Siantar Expo, Diikuti 30 Peserta

31/05/2026

Murid PAUD Asal Siantar Juarai Lomba Tingkat Provinsi

30/05/2026

Pemko Siantar Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah dan QRIS SKPD

28/05/2026

Kantor Camat Siantar Barat Diresmikan

28/05/2026

Masjid Al Munawarrah Bah Kapul Sembelih 5 Hewan Kurban pada Idul Adha

27/05/2026
Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.

Indeks Reformasi Birokrasi Kota Siantar Naik 7,5 Poin

26/05/2026

Wesly Silalahi: Muslimat NU telah berkontribusi nyata mendukung pembangunan

26/05/2026

Pipa PDAM Pecah Akibat Longsor, 10 Kelurahan Terdampak

25/05/2026

Arif Harahap Ajak Semua OKP Bergabung dalam Kepengurusan KNPI

25/05/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In