Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Selasa, November 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Aku lari ke hutan, rumah dibakar, kawanku dipukuli: Kesaksian Nenek Diduga Korban Kekerasan PT TPL

by Redaksi
23/09/2025
in Hukum
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumut  — Ompu Denata boru Hutabarat (62), seorang nenek dari komunitas adat Lamtoras, akhirnya ditemukan selamat setelah sempat dinyatakan hilang pasca penyerangan brutal yang diduga dilakukan ratusan pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) di wilayah kelola Masyarakat Adat Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Penyerangan yang terjadi pada Senin (22/9/2025) itu awalnya melibatkan sekitar 150 orang hingga 300 orang dan terus bertambah dari pekerja, sekuriti, dan diduga preman bayaran TPL.

Mereka menyerang barisan Masyarakat Adat di Buttu Pangaturan secara membabi buta, saat masyarakat berupaya menolak kehadiran TPL diatas tanahnya. Warga berhamburan menyelamatkan diri, termasuk Ompu Denata yang dalam kondisi kurang sehat dan tidak bisa berlari dengan cepat.

Menurut kesaksiannya, saat serangan terjadi, Ompu Denata memilih menyelamatkan diri dan masuk ke rumah salah seorang warga. Rumah itu kemudian dibakar sehingga dengan terpaksa berlari ke arah hutan. “Aku pergi ke hutan, setelah rumah itu dibakar. Aku melihat kawanku yang lain dipukuli. Saya terus bersembunyi masuk ke hutan, hanya bisa berdoa,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia bertahan seharian penuh di dalam hutan. Ketika malam tiba, ia mencoba keluar untuk pulang ke rumahnya. Namun di tengah perjalanan, ia kembali melihat segerombolan orang tak dikenal yang diduga preman bayaran TPL berkeliaran di sekitar lokasi.

“Aku lihat ada orang-orang itu lagi, aku takut. Saat bersamaan, aku melihat ada tenda pembungkus kompos. Ku ambil tenda itu, lalu aku tengkurap di bawahnya, sambil terus berdoa agar jangan ketahuan,” tuturnya.

Ketakutannya semakin besar ketika ia mendengar suara drone berputar di atas kepalanya. “Bunyi drone itu jelas, pas di atas kepala ku. Aku hanya bisa menutup tubuh dengan tenda itu sambil berdoa,” ungkapnya.

Dalam kondisi penuh ketakutan, Ompu Denata akhirnya tertidur di bawah terpal tersebut hingga fajar menyingsing. Sekitar pukul 06.00 WIB ia terbangun, lalu memantau keadaan sekitar. Melihat situasi mulai tenang, ia memberanikan diri melanjutkan perjalanan pulang dengan kondisi kaki sakit. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia tiba di rumahnya dan disambut dengan isak tangis keluarga yang sejak kemarin kehilangan kabar.

Sementara perempuan adat sudah melakukan pencarian setelah matahari terbit pagi ini. Dan mereka kembali ke kampung pukul 11.40 WIB setelah mendapat informasi bahwa ibu Masta yang mereka cari telah kembali ke kampung.

“Kami terpaksa harus berangkat mencarinya, karena polisi yang kami minta bantu tidak ada memberikan informasi keberadaannya sejak kemarin” ujar salah seorang perempuan adat yang melakukan pencarian.

Warga Terluka dan Kerugian Besar

Sementara itu, pengurus Lembaga Adat Lamtoras menyebutkan sebanyak 33 warga terluka dalam penyerangan tersebut, dengan 14 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit sampai sekarang 9 orang masih dirawat intensif di Rumah Sakit.

Tak hanya korban luka, kerugian material juga sangat besar. Posko perjuangan Masyarakat Adat Sihaporas dibakar, lima gubuk pertanian hangus, empat rumah warga dibakar sepuluh sepeda motor dibakar, delapan sepeda motor dirusak, satu unit mobil pick-up hangus, serta barang-barang pribadi seperti surat-surat, ijazah, enam telepon genggam, satu laptop, dan satu mesin pencacah rumput turut musnah.

Masyarakat adat sempat tidak bisa melakukan pencarian terhadap Ompu Denata karena akses menuju lokasi dijaga ketat oleh karyawan dan sekuriti TPL pada beberapa titik. Selain itu, jalan menuju lahan yang direbut PT. TPL telah digali lubang besar sehingga menggangu akses atau jalur evakuasi.

Pengurus Lamtoras juga menegaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Simalungun melalui DPD RI, Pastor JPIC Medan dan beberapa lembaga lainnya, namun hingga pukul 10.00 wib hari ini tidak ada aparat yang hadir di lapangan pasca penyerangan itu, termasuk untuk melakukan pencarian terhadap Op. Deonata sebelumnya.

“Kami sudah meminta bantuan, tapi tidak ada polisi yang datang. Kami benar-benar ditinggalkan menghadapi kekerasan ini sendiri,” kata Ambarita, pengurus Lamtoras.

Komunitas adat Lamtoras menuntut negara segera menghentikan tindakan kekerasan berulang yang dilakukan PT TPL dan menegakkan hukum terhadap para pelaku serta pihak yang bertanggung jawab. (Sumber: Aman Wilayah Tano-Batak)

Tags: BudayaHukumKriminalPemuda Batak Bersatu - PBB
ShareTweetPin

Related Posts

Sekda Minta Camat Siantar Utara Lakukan Upaya Persuasif ke Penangkar Walet

by Redaksi
31/10/2026
0

...

Walikota Siantar Ikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026

by Redaksi
29/10/2026
0

...

PPATK Temukan 1.885 Rekening Penerima Bansos di Siantar Terindikasi Judol

by Redaksi
29/08/2026
0

...

Kanwil Kemenkum dan Pemko Siantar Teken Kerjasama Perlindungan Kekayaan Intelektual Inovasi Daerah

by Redaksi
19/08/2026
0

...

Pelakor Makin Marak di Siantar, Begini Tanggapan Pemko

by Redaksi
12/08/2026
0

...

Pemko Siantar Serahkan Bantuan 1.000 Unit Alat Tes Urin ke Polres Siantar

by Redaksi
28/07/2026
0

...

Kecam Pembunuhan di Taman Bunga, Inteligensia Kristen Beri Tuntutan ke Polres dan Pemko Siantar

by Redaksi
21/06/2026
0

...

Walikota Siantar Terima Penghargaan atas Komitmen Mendirikan Posbankum

by Redaksi
10/06/2026
0

...

Fenomena Cawe-cawe Politik di Siantar: Krisis Demokrasi Lokal dan Peran Rakyat

by Redaksi
10/06/2026
0

...

GAMKI Siantar Bahas Bantuan Hukum dan Pemberantasan Narkoba dengan Kapolres

by Redaksi
19/05/2026
0

...

Terkini...

Wesly Silalahi Hadiri Acara Ramah-Tamah Tokoh dan Ulama

31/10/2026

Sekda Minta Camat Siantar Utara Lakukan Upaya Persuasif ke Penangkar Walet

31/10/2026

Ny Liswati Berharap Parenting Class PAUD Beri Wawasan Baru Pola Pengasuhan Anak

31/10/2026

Pemko Siantar Gelar Acara Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip

31/10/2026

Wesly Silalahi Buka Rakerda Tamansiswa Subaria di Parapat

31/10/2026

Wesly Minta Yayasan USI Jadikan Perbedaan Sebagai Kekuatan Demi Kemajuan Lembaga

31/10/2026

Usai Ekspos di BKN, Pemko Siantar Gelar Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta ASN

31/10/2026

Walikota Wesly Kunjungi Rumah Tak Layak Huni yang akan Dibangun

31/10/2026

Sumur Bor di Kompleks SKPD: Isyarat Pemkab Simalungun Tak Percaya PDAM Tirta Lihou?

31/10/2026

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Turut Dimeriahkan Lomba Mancing

30/10/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In