isiantar.com – Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Marulitua Hutapea, menilai pemko tidak serius menangani masalah krisis lahan. Padahal masalah ini sudah sangat mendesak dan sudah mengemuka sejak belasan tahun lalu.
Ketidakseriusan itu kata Maruli bisa dilihat dari fakta tidak adanya penambahan lahan sejengkal pun hingga saat ini. Padahal hampir semua masalah yang muncul dan makin pelik belakangan ini — termasuk kemacetan dan kekacauan tata-ruang – adalah dipicu kondisi lahan yang kian sempit.
Salah satu persoalan paling mendesak untuk segera dientaskan terkait krisis lahan kata Maruli adalah penyediaan lahan untuk tanah wakaf, dan hal ini pula menjadi poin penting yang selalu ditekankan DPRD pada setiap rapat pembahasan. Namun faktanya, kinerja pemko tetap nihil.
“Yang jelas pemerintah kota tidak serius menangani permasalahan itu. Karena mereka selalu menjanjikan soal itu, tapi hasilnya tidak ada,” kata Maruli, di gedung DPRD, Kamis (28/6/2018).
Maruli melanjutkan, teranyar pemko pernah mengaku sedang mengupayakan pembebasan lahan milik PTPN yang ada sekitar jalan Siantar – Parapat. Pemko mengaku tengah mengupayakan pembebasan lahan seluas 40 hektar untuk dijadikan pekuburan Islam dan Kristen. Namun hingga kini, progres dari upaya itu tak pernah terdengar. [nda]
Baca juga:




















