Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Senin, November 2, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

70 Persen Makanan Beredar di Siantar Diduga Mengandung Pengawet Berbahaya

by Redaksi
14/11/2021
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Siantar — Diperkirakan lebih dari 70 persen produk dan bahan makanan yang beredar di Kota Siantar, Sumatera Utara, mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Pengawet berbahaya tersebut tak lagi hanya untuk jenis makanan mie, bakso, atau lontong, tapi juga sudah ada pada ikan, buah-buahan, bahkan rempah-rempah yang jadi bahan baku makanan di tiap rumah tangga.

Penelurusan isiantar.com, di kalangan pedagang, sebagian besar sudah mengetahui bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan tersebut. Tapi dengan alasan agar dagangannya terlihat lebih menarik dan tak cepat basi, mereka tetap memilih pengawet tersebut untuk dicapur dengan bahan atau produk makanan yang mereka jajakan.

Bahkan untuk rempah-rempah seperti merica, ketumbar, dan kapulaga, kini sudah terlebih dulu dicuci dan direndam dengan pengawet yang sejenis dengan kaporit. Pencucian ini disebut agar rempah-rempah terlihat menjadi lebih menarik, dan lebih disukai para pembeli.

“Ibu-ibu yang belanja untuk rumah tangga pun lebih sukanya yang (sudah dicuci kaporit) seperti ini, karena nampak lebih putih dia, lebih segar,” kata seorang narasumber, Minggu (16/11/2020), sambil menunjuk rempah-rempahnya yang telah direndam pengawet.

Menurut narasumber yang seorang pedagang di Pasar Dwikora ini, 70 persen makanan yang beredar di kota Pematangsiantar sudah mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Seperti formalin dan boraks yang dicampur dengan jenis-jenis bahan makanan tertentu. Alasannya sama: supaya dagangan lebih menarik, tidak cepat basi, dan lebih laris. Atau setidaknya karena bahan makanan seperti itu tampak lebih segar di mata konsumen awam.

“Kalau untuk pembeli yang baru kita jelaskannya sama orang itu, ‘kalau yang ini seperti ini (pakai pengawet), kalau yang itu murni,’ tapi tetap ajanya yang mereka beli yang pakai pengawet. Karena mereka pikir yang tak berpengawet itu yang sudah busuk itu (karena warnanya cenderung kusam, red), padahal tidak, itu yang bagus,” ungkap sumber.

Bahan Pengawet Berbahaya Beredar Bebas

Hal senada juga diungkapkan oleh narasumber lain yang beraktifitas di Pasar Horas.

Menurut pedagang ini bahan-bahan pengawet berbahaya tersebut diperdagangkan secara bebas di kota ini. Dan banyak pedagang makanan yang sudah mahir mencampurkan sendiri bahan pengawet tersebut dengan makanan yang akan didagangkannya. Dan pedagang seperti ini, jumlahnya terbilang banyak.

“Formalin, boraks, ada lagi yang lain, gampangnya itu didapat, banyaknya yang jual itu. Artinya bebas tapi gak bebas-bebas kali lah.

Ya pastilah orang itu tengok-tengok orangnya juga. ‘O, si ini yang jualan di sana, kasih. Yang ini jualan di sana, kasih’. Kalau kayak abang nya yang datang (jurnalis) memang ya mungkin gak dikasih,” bebernya soal perdaganhan bahan pengawet berbahaya tersebut.

Menurutnya persentase makanan yang mengandung bahan pengawet yang berbahaya yang beredar di kota ini bahkan sudah sekitar 80 persen.

“Apa lagi rupanya yang gak pakai (pengawet)? Pewarna-pewarna itukan (sebagian) ada pengawetnya juga itu. Tinggal nasi sama air putihlah kurasa yang belum berpengawet,” kata sumber. [nda]

Tags: BPS PematangsiantarEkonomiKesehatan
ShareTweetPin

Related Posts

Walikota Wesly Kunjungi Rumah Tak Layak Huni yang akan Dibangun

by Redaksi
31/10/2026
0

...

Wesly Minta Wakaf Produktif untuk UMKM Tidak Terhenti pada Aspek Bantuan Aset

by Redaksi
18/10/2026
0

...

Kota Siantar Dapat Bantuan Bedah Rumah Tak Layak Huni Sebanyak 634 Unit

by Redaksi
15/10/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Edukasi Pasar Modal

by Redaksi
30/09/2026
0

...

TP PKK Siantar Sambut Kunjungan Tim Evaluasi Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

by Redaksi
29/09/2026
0

...

Disnaker Siantar Bikin Pelatihan Sosial Media Influencer

by Redaksi
25/09/2026
0

...

Hanya 36 Pelamar Job Fair yang Diterima Bekerja

by Redaksi
19/09/2026
0

...

Tim Sidak Harga Pangan dan Pengendalian Inflasi Kunjungi Pasar dan Peternak

by Redaksi
31/08/2026
0

...

Pemko Siantar Terima Penghargaan dari OJK

by Redaksi
30/08/2026
0

...

PPATK Temukan 1.885 Rekening Penerima Bansos di Siantar Terindikasi Judol

by Redaksi
29/08/2026
0

...

Terkini...

Wesly Silalahi Hadiri Acara Ramah-Tamah Tokoh dan Ulama

31/10/2026

Sekda Minta Camat Siantar Utara Lakukan Upaya Persuasif ke Penangkar Walet

31/10/2026

Ny Liswati Berharap Parenting Class PAUD Beri Wawasan Baru Pola Pengasuhan Anak

31/10/2026

Pemko Siantar Gelar Acara Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip

31/10/2026

Wesly Silalahi Buka Rakerda Tamansiswa Subaria di Parapat

31/10/2026

Wesly Minta Yayasan USI Jadikan Perbedaan Sebagai Kekuatan Demi Kemajuan Lembaga

31/10/2026

Usai Ekspos di BKN, Pemko Siantar Gelar Sosialisasi Implementasi Manajemen Talenta ASN

31/10/2026

Walikota Wesly Kunjungi Rumah Tak Layak Huni yang akan Dibangun

31/10/2026

Sumur Bor di Kompleks SKPD: Isyarat Pemkab Simalungun Tak Percaya PDAM Tirta Lihou?

31/10/2026

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Turut Dimeriahkan Lomba Mancing

30/10/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In