Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Selasa, Agustus 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

70 Persen Makanan Beredar di Siantar Diduga Mengandung Pengawet Berbahaya

by Redaksi
14/11/2021
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Siantar — Diperkirakan lebih dari 70 persen produk dan bahan makanan yang beredar di Kota Siantar, Sumatera Utara, mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Pengawet berbahaya tersebut tak lagi hanya untuk jenis makanan mie, bakso, atau lontong, tapi juga sudah ada pada ikan, buah-buahan, bahkan rempah-rempah yang jadi bahan baku makanan di tiap rumah tangga.

Penelurusan isiantar.com, di kalangan pedagang, sebagian besar sudah mengetahui bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan tersebut. Tapi dengan alasan agar dagangannya terlihat lebih menarik dan tak cepat basi, mereka tetap memilih pengawet tersebut untuk dicapur dengan bahan atau produk makanan yang mereka jajakan.

Bahkan untuk rempah-rempah seperti merica, ketumbar, dan kapulaga, kini sudah terlebih dulu dicuci dan direndam dengan pengawet yang sejenis dengan kaporit. Pencucian ini disebut agar rempah-rempah terlihat menjadi lebih menarik, dan lebih disukai para pembeli.

“Ibu-ibu yang belanja untuk rumah tangga pun lebih sukanya yang (sudah dicuci kaporit) seperti ini, karena nampak lebih putih dia, lebih segar,” kata seorang narasumber, Minggu (16/11/2020), sambil menunjuk rempah-rempahnya yang telah direndam pengawet.

Menurut narasumber yang seorang pedagang di Pasar Dwikora ini, 70 persen makanan yang beredar di kota Pematangsiantar sudah mengandung bahan pengawet yang berbahaya. Seperti formalin dan boraks yang dicampur dengan jenis-jenis bahan makanan tertentu. Alasannya sama: supaya dagangan lebih menarik, tidak cepat basi, dan lebih laris. Atau setidaknya karena bahan makanan seperti itu tampak lebih segar di mata konsumen awam.

“Kalau untuk pembeli yang baru kita jelaskannya sama orang itu, ‘kalau yang ini seperti ini (pakai pengawet), kalau yang itu murni,’ tapi tetap ajanya yang mereka beli yang pakai pengawet. Karena mereka pikir yang tak berpengawet itu yang sudah busuk itu (karena warnanya cenderung kusam, red), padahal tidak, itu yang bagus,” ungkap sumber.

Bahan Pengawet Berbahaya Beredar Bebas

Hal senada juga diungkapkan oleh narasumber lain yang beraktifitas di Pasar Horas.

Menurut pedagang ini bahan-bahan pengawet berbahaya tersebut diperdagangkan secara bebas di kota ini. Dan banyak pedagang makanan yang sudah mahir mencampurkan sendiri bahan pengawet tersebut dengan makanan yang akan didagangkannya. Dan pedagang seperti ini, jumlahnya terbilang banyak.

“Formalin, boraks, ada lagi yang lain, gampangnya itu didapat, banyaknya yang jual itu. Artinya bebas tapi gak bebas-bebas kali lah.

Ya pastilah orang itu tengok-tengok orangnya juga. ‘O, si ini yang jualan di sana, kasih. Yang ini jualan di sana, kasih’. Kalau kayak abang nya yang datang (jurnalis) memang ya mungkin gak dikasih,” bebernya soal perdaganhan bahan pengawet berbahaya tersebut.

Menurutnya persentase makanan yang mengandung bahan pengawet yang berbahaya yang beredar di kota ini bahkan sudah sekitar 80 persen.

“Apa lagi rupanya yang gak pakai (pengawet)? Pewarna-pewarna itukan (sebagian) ada pengawetnya juga itu. Tinggal nasi sama air putihlah kurasa yang belum berpengawet,” kata sumber. [nda]

Tags: BPS PematangsiantarEkonomiKesehatan
ShareTweetPin

Related Posts

Pelatihan Calon Manajer Kopdes Berakhir

by Redaksi
31/07/2026
0

...

Walikota Siantar Ajak Pengurus IDI Siantar – Simalungun Berkolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan

by Redaksi
31/07/2026
0

...

Pengurus Cabang Terpilih IDI Siantar-Simalungun Temui Walikota

by Redaksi
29/07/2026
0

...

Dekranasda Siantar Pastikan akan Kembangkan UMKM

by Redaksi
28/07/2026
0

...

Pemko Siantar Bahas Ranperwa Posyandu

by Redaksi
28/07/2026
0

...

Ada 1.000 Loker pada Job Fair yang Akan Digelar Pemko Siantar

by Redaksi
17/07/2026
0

...

Walikota Siantar Hadiri Rakor Asistensi dan Monitoring Penggunaan Tambahan Dana TKD

by Redaksi
17/07/2026
0

...

Ini 4 Langkah yang Akan Dilakukan Pemko Siantar atas Pajak Parluasan Usai Terbakar

by Redaksi
24/06/2026
0

...

Gejolak Republik yang Menggelitik: SDA Dikuasai Oligarki, Gerakan Terbelah, dan Konflik Diproduksi Algoritma

by Redaksi
20/06/2026
0

...

Wesly Silalahi Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026

by Redaksi
20/06/2026
0

...

Terkini...

Pecat Tiga Relawan Perempuan, Kepala SPPG Siantar Marihat Minta Maaf ke Wartawan

03/08/2026

Walikota Diwakili Sekda Jenguk Korban Longsor di Siantar

31/07/2026

Longsor di Siantar, 8 Orang Korban Luka-luka

31/07/2026

Pelatihan Calon Manajer Kopdes Berakhir

31/07/2026

Walikota Siantar Ajak Pengurus IDI Siantar – Simalungun Berkolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan

31/07/2026

Sudarsono Sipayung Dilantik Jadi Kepala Disdukcapil

31/07/2026

Walikota Siantar Terima Kunjungan Asosiasi Pendeta Indonesia

30/07/2026

YPU Siantar Apresiasi Pemko atas Program Keumatan yang Berdampak Langsung ke Masyarakat

30/07/2026

Wesly Hadiri Reuni Akbar Alumni Lintas Angkatan SMP Cinta Rakyat 1 Siantar

30/07/2026

Pemko dan Polres Siantar Bahas Kesiapan  Sumatera Utara Rally 2026

29/07/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In