isiantar.com – Kasus meninggalnya Sudiman Saragih (70), warga Kecamatan Raya, akibat terkena virus rabies dari gigitan anjing, menjadi perhatian serius di Kabupaten Simalungun. Sebab meski diketahui mematikan, rabies sesungguhnya adalah penyakit langka.
Rabies bisa ditularkan oleh hewan anjing, kucing dan monyet. Namun karena hewan anjing lebih dekat dengan manusia, banyak yang menganggap hanya anjing sebai penularnya. Namun tidak juga semua gigitan hewan anjing menimbulkan penyakit rabies. Sebab rabies hanya ditularkan oleh hewan yang sudah terkena rabies.
Dari data di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dalam dua tahun terakhir ada sebanyak 1.780 kasus digigit hewan di daerah ini yang 90% lebih adalah digigit hewan anjing. Namun kasus Sudiman menjadi satu-satunya kasus rabies.
Dinas Kesehatan pun menyarankan masyarakat untuk tidak panik berlebihan dengan peristiwa tersebut. Sebab kasus meninggalnya Sudiman diketahui karena korban tidak mau memberitahu penyakitnya dan tidak mau berobat.
“Jika ada warga yang digigit anjing, bekas gigitannya itu langsung dicuci di air yang mengalir sampai 15 menit. Bisa di sungai yang bersih atau lebih baik dari kran air yang dibuka. Jangan dicuci di dalam baskom atau ember karena virusnya akan di situ juga. Setelah itu segeralah ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan,” kata Serubabel Saragih, Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Simalungun, Senin 21 Maret 2017.
Jika di daerah tersebut mendapatkan pengobatan sekedar mengobati luka akibat gigitan, langkah selanjutnya yang sebaiknya dilakukan korban gigitan tersebut adalah dengan memperhatikan hewan yang menggigitnya selama 10 hari setelah kejadian.
“Kalau selama 10 hari setelah digigit, anjing itu masih tetap sehat, berarti tidak ada rabies. Tapi kalau anjing itu mati, segeralah mendapatkan pengobatan serius ke puskesmas atau rumah sakit. Tapi jika anjing itu anjing liar atau tidak kita ketahui siapa pemiliknya, ya sebaiknya segera meminta suntik vaksin rabies” jelasnya.
Stok Vaksin Rabies Mencukupi

Meski rabies adalah penyakit langka, namun Dinkes Simalungun selalu memiliki persediaan vaksin rabies yang mencukupi. Meski harganya relatif mahal karena mencapai ratusan ribu rupiah. [nda]














