Simalungun — Salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Sugiarto S.E, terlihat mengambek saat menerima kehadiran pengunjuk rasa di Gedung DPRD, Selasa (21/11/2023). Sugiarto menunjukkan sikap reaksioner dengan menegur lalu meninggalkan pengunjuk rasa. Sikapnya itu, membuat pengunjuk rasa menjadi emosi.
Peristiwa itu terjadi ketika salah seorang pengunjuk rasa, Rocky Marbun, sedang berdialog secara terbuka dengan salah seorang Anggota DPRD yang turut hadir menerima pengunjuk rasa, Bernhard Damanik.
Bernhard meminta pengunjuk rasa menyerahkan salinan dokumen-dokumen yang dibutuhkan DPRD untuk dapat lebih detil memahami persoalan yang disampaikan oleh pengunjuk rasa. Dokumen dimaksud yakni kontrak pengerjaan proyek dengan Pemkab Simalungun pada beberapa tahun yang lalu, yang hingga kini masih belum dibayar.
Merespon permintaan itu, Rocky membalas dengan memberitahukan bahwa dokumen yang diminta itu sudah pernah mereka serahkan kepada Pimpinan DPRD Simalungun. Dan kemudian, Rocky melanjutkan kalimat-kalimatnya yang di dalamnya ada diksi “goblok”.
“Pada waktu yang lalu, kami rekan-rekan ini sudah menyampaikan [dokumen tersebut] kepada Pimpinan ketika audiensi. Tak tahu konsumsi itu hanya Pimpinan, atau tidak diturunkan ke bawah, itu sudah diserahkan langsung.
Nah itu pun, kalau mereka ini tidak kebagian, mana tahu disimpan atau dicampakkan Pimpinan, DPRD ini kan ada aja yang goblok, tak semua pintar,” ungkap Rocky.
Mendengar diksi “goblok”, Sugiarto langsung menyela. Sugiarto menegur Rocky karena tidak terima dengan diksi tersebut. Tak cuma menegur, ia pun mengajak kolega-koleganya sesama wakil rakyat di DPRD Simalungun untuk meninggalkan pengunjuk rasa.
Sikap reaksioner Sugiarto itu membuat pengunjuk rasa marah dan ingin menyeruduk Sugiarto. Beruntung, Satpol PP dan personil kepolisian yang mengawal aksi menghalangi
Berikut video cuplikan kejadian tersebut:
Unjuk rasa ini sendiri digelar oleh Forum Korban Gagal Bayar Bupati Simalungun yang merupakan gabungan para rekanan yang telah mengerjakan proyek pembangunan kamar mandi di sejumlah sekolah di Kabupaten Simalungun saat pandemi covid pada tahun 2021 lalu. Namun hingga saat ini proyek tersebut belum juga dibayar oleh Pemkab Simalungun. [nda]




















