Siantar — Tenaga medis, termasuk petugas puskesmas, akan menjadi garda terdepan dalam menangkal penularan Covid-19. Secara bersamaan, mereka juga akan menjadi yang paling berpotensi ikut tertular sebab bersinggungan langsung dengan pasien yang terjangkit virus ini.
Hal ini membuat sejumlah tenaga medis di Kota Siantar merasa khawatir akan keselamatan diri mereka. Kekhawatiran ini disebabkan kurangnya alat pengaman diri (APD) yang disediakan pemko kepada mereka.
APD dimaksud seperti masker, sarung tangan, helm dan kacamata pengaman (face shield), termasuk hazmat suit atau jubah pelindung yang fungsinya supaya tenaga medis tidak terkontaminasi oleh pasien.
Beberapa tenaga medis di Kota Siantar kepada isiantar.com menyebut sejauh ini mereka hanya diberikan masker dan sarung tangan, yang jumlahnya pun tidak memadai.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Siantar Ronald Saragih yang dikonfirmasi mengenai keluhan dan kekhawatiran para tenaga medis ini, pada Jumat (27/3), belum juga memberikan penjelasan. [nda]




















