Siantar — Guna menemukan langkah terbaik dalam mengendalikan tingkat inflasi di Kota Pematangsiantar, Walikota Wesly Silalahi bersama rombongan pejabat teras Pemko Siantar melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (9/12/205).
Sebagaimana diketahui, kota Siantar kerap tercatat mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi bahkan beberapa kali masuk dalam 10 besar kota dengan inflasi tertinggi.
Dalam kunjungan ini, Walikota bersama rombongan meninjau Program Kios “Segoro Amarto” yang disebut berhasil mengendalikan inflasi di Kota Yogyakarta. Mereka mengunjungi langsung Kios “Segoro Amarto” yang berada di Pasar Beringharjo kawasan Malioboro, dengan didampingi oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan.
Wesly mengatakan, sejauh ini sudah banyak strategi dan program yang dilakukan Pemko untuk menekan inflasi. Namun, dari berbagai strategi dan upaya itu masih terdapat kekurangan yang terlihat dari masih tingginya inflasi di Siantar.
“Maka kami datang untuk dapat belajar dari TPID Kota Yogyakarta dalam pengendalian inflasi. Bagaimana strategi dan langkah-langkah pengendalian inflasi di Kota Yogyakarta, di mana Kota Yogyakarta mendapat nominasi TPID Award Tahun 2025 untuk wilayah Jawa dan Bali,” kata Wesly dalam kunjungan ini.
Kepada Wesly dan rombongan, Wawan memberitahukan bahwa “Segoro Amarto” merupakan singkatan dari Semangat Gotong-royong agawe majuning Ngayogyokarto, yang artinya Semangat Gotong-royong untuk kemajuan Yogyakarta.
Kios tersebut tersebar di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta, yang difungsikan sebagai kios yang menjadi acuan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta, sebagai salah satu instrumen pengendalian harga guna mencegah inflasi.
“Kami juga memiliki inovasi Warung Mrantasi, singkatan dari Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi. Di sini kami mengajak seluruh pedagang untuk memiliki kesadaran dan kesanggupan agar bersama-sama tanggap serta peduli terhadap pengendalian inflasi di Kota Yogyakarta,” jelas Wawan.
Selain menjelaskan konsep Yogyakarta menekan inflasi, Wawan juga kemudian mengajak Wesly dan rombongan mengunjungi gudang Indomarco Yogyakarta untuk melihat stok barang.
Turut mendampingi Wesly dalam Kunker ini Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKD) Alwi Adrian Lumbangaol, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Fadlan Syarkawi. (PR/nda)





















