isiantar.com – Setiap pimpinan gereja sudah selayaknya kembali fokus untuk mengabdi pada Tri Tugas Gereja. Memposisikan gereja menjadi terang bagi setiap jemaatnya. Dan menjalankan kepemimpinan yang baik guna memastikan gereja tidak terperosok ke dalam politik praktis.
Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah I PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut – NAD, Swangro Lumbanbatu, menanggapi adanya pernyataan dukungan dari sejumlah pimpinan gereja kepada Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, untuk maju di Pemilihan Gubernur Sumut 2018.
“Adanya pernyataan itu sangat kita kesalkan. Pernyataan seperti itu tidak layak. Karena tugas gereja sebenarnya sudah ada yaitu Koinonia Marturia Diakonia (bersekutu – bersaksi – melayani). Dalam menjalankan tugas itu maka tugas gereja adalah memberikan terang bagi jemaatnya yang berkecimpung di politik praktis, bukan malah membawa gereja ikut-ikutan dalam politik praktis,” ujar Swangro, Minggu sore (9/7/2017).
“Bisa dibilang, pimpinan gereja adalah sebagai Tuhan yang kita nampak di dunia ini. Lalu kenapa mereka berpolitik praktis? Siapa sebenarnya dia (yang didukung itu, Red),” lanjutnya.
Swangro mengatakan, sesuai dengan Tri Fungsi Gereja, maka gereja berfungsi memberikan terang (menggembalakan) seluruh jemaatnya. Termasuk bagi jemaat yang berkecimpung dalam politik praktis, agar dalam menjalankan perannya jemaat tersebut tidak tersesat dari yang diajarkan kitab suci. Bukan malah membuat gereja ikut terseret masuk ke dalam politik praktis.
“Gereja ya gereja, parpol ya parpol. Kalau gereja ikut menyatakan dukung-mendukung, secara tidak langsung gereja sudah menjadi partai politik. Padahal ini juga belum lagi ada (dibuka) pendaftaran dari KPU, koq udah ada dukung mendukung?” katanya.
Lebih lanjut Swangro mengajak seluruh pimpinan gereja untuk kembali merenung agar jangan hanya karena akibat dari perebutan kekuasaan di pemerintahan yang secara periodik durasinya cuma lima tahun, namun bisa memberi dampak negatif yang panjang bagi jemaatnya.
Dan di sisi lain, ia meminta pimpinan gereja saat ini agar memperjelas kembali dengan gamblang kepada publik, soal bagaimana dan sejauh mana gereja diperbolehkan masuk ke dalam ranah politik. [nda]




















