isiantar.com – Direktur Pascasarjana Universitas Simalungun (USI), Robert Tua Siregar, membantah dirinya sebagai pembuat Naskah Akademik untuk pembentukan PD PAUS.
Bantahan itu itu disampaikannya saat diwawancarai di kompleks Gedung Pascasarjana USI, Kamis sore (15/6/2017).
Meski bukan sebagai pembuat naskah akademik, Robert mengakui jika ia menjadi salah seorang yang turut menginisiasi pembentukan PD PAUS. Inisiasi dimaksudnya, ia melontarkan ide agar Pemko Pematangsiantar membentuk perusahaan daerah pada sejumlah forum-forum diskusi. Tetapi yang kemudian membuat naskah akademik untuk pembentukan PD PAUS adalah seorang rekannya sesama akademisi bernama Anggiat Sinurat.
“Menginisiasi, artinya kita mengusulkan lewat diskusi-diskusi. Tujuannya sebenarnya untuk percepatan pembangunan kota, kita mengadopsi di Jawa karena di sana banyak badan usaha daerah. Karena jika kita mengandalkan APBD tidak akan mungkin untuk percepatan pembangunan, maka dibentuklah usaha daerah supaya itu bisa nanti mengajak investasi-investasi atau investor untuk pembangunan,” terangnya.
Setelah akhirnya pemko membentuk PD PAUS di Tahun 2014, Robert sempat mendapat posisi sebagai Ketua Badan Pengawas di perusahaan itu.
( BACA JUGA: Jajaran Direksi PD PAUS patut diganti jika… )
Namun di Oktober 2015 ia mengundurkan diri karena ia menilai manejemen PD PAUS tidak bekerja dengan profesional dan mengabaikan saran-saran yang diberikan Badan Pengawas.
“Mereka langsung membuat 22 (jenis) kegiatan, jadi saya bilang satu-satulah kita buat. Artinya mengingat anggaran tidak ada, fokuslah ke satu-satulah kegiatan. Tapi mereka tetap pada prinsipnya,” ujar Robert. Ia melanjutkan, “dan saya juga kan ada kesibukan di kampus. Kemarin rapat pimpinan (mengharuskan saya) pilih antara tugas tetap atau di luar dari kampus. Ya saya juga harus memilih, kan?” Katanya. [nda]




















