isiantar.com – Guna mengatasi keresahan akan bencana banjir, tahun ini Pemkab Simalungun mengucurkan dana sebesar Rp. 4,98 miliar untuk proyek penanggulangan banjir di Kecamatan Panei. Proyek tersebut saat ini tengah dikerjakan persisnya di lokasi Perkebunan Mardjadi, Nagori Panei Tongah.
Namun berdasarkan tinjauan wartawan, Kamis (1/12/2016) sore, kondisi lokasi proyek tersebut sangat rentan akan potensi longsor, yang bila terjadi, bisa saja menghancurkan pekerjaan proyek itu dalam seketika.
Penilaian yang sama juga dirasakan salah seorang warga bernama Irawan. Selain berpendapat soal lambannya proses pengerjaan, Irawan juga mengkhawatirkan soal lokasi proyek yang dikelilingi oleh tanah timbunan yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan mudah longsor.
Tetap Banjir
Sementara warga Panei Tongah lainnya, M. Purba (32), mengatakan bahwa proyek itu sejauh ini belum bisa mengantisipasi banjir.
“Kami lae kalo hujan deras turun jadi ga bisa tidur. Soalnya, pasti banjir dan air masuk sampai ke rumah. Kalo hujannya siang atau sore masik enak, gimana kalo hujan deras di pagi buta? Gak bakalan tidur lagi kami,” ungkapnya.
Cipta yang memiliki usaha warung kelontong di pinggir jalan, membenarkan ucapan Purba. “Ini jembatan warungku entah udah berapa kali kuperbaiki, Bang. Tiap hujan deras pasti di hantam air sama sampah yang dibawa arus, bahkan kadang pelepah sawit pun ada,” katanya.
Sayang pihak pemborong proyek yang kapabel dikonfirmasi mengenai hal ini belum bisa ditemui. Yang ada di lokasi proyek hanya para pekerja.
Salah seorang pekerja mengatakan penanggungjawab lapangan proyek tersebut bermarga Pardede. Namun ia sendiri mengaku tidak mengenal baik sosok si Pardede yang disebutnya.
“Molo na huboto ai marga Pardede do pelaksanani proyek on. Alai dang hea tarida (Setahu saya, pelaksana proyek ini bermarga Pardede tapi yang bersangkutan tidak pernah terlihat di lapangan),” kata pekerja yg enggan menyebukan marganya ini.
(eos/nda)




















