Siantar — Petugas bagian produksi PDAM Tirtauli telah melakukan pemeriksaan kualitas air langsung ke rumah-rumah pelanggan setelah mendapat informasi adanya warga yang terserang gatal-gatal sesudah terkena air, Rabu (13/11) pagi.
Lokasi-lokasi yang didatangi petugas diantaranya Jalan Raya, Jalan Mesjid, Jalan Sipirok, dan Jalan Bangau, yang berada di Kecamatan Siantar Barat.
Dari lokasi ini petugas mengambil sampel air langsung dari rumah-rumah warga, lalu dilakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui sisa klor di rumah-rumah sampling berada pada rentang antara 0,1 hingga 0,3 ml/L.
“Kualitas air yang didapatkan dari hasil pemeriksaan ini sudah sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan. Indikator ini menegaskan bahwa air yang masuk ke pelanggan sudah aman karena air sudah mengandung disinfektan, artinya air itu bebas kuman. Itu indikator awalnya,” ujar Kabag Humas PDAM Tirtauli, Rosliana Sitanggang, Rabu (13/11) siang.
Lebih gamblang diurai Rosliana, adapun rumah pelanggan yang menjadi sampling itu diantaranya rumah dengan nomor register 001131 atas nama Supratman, di Jalan Raya, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan sisa klor 0,1 ml/L.
Lalu rumah pelanggan nomor register 001397 atas nama Aman Nasution di Jalan Mesjid, dengan hasil uji sisa klor sebesar 0,1 ml/L.
Ada juga pelanggan atas nama Zuriah yang beralamat di Jalan Bangau yang hasil uji airnya menunjukkan sisa klor 0,3 ml/L.

“Hasil pemeriksaan kita terhadap kualitas air langsung ke rumah-rumah warga, semua sisa klor-nya berada pada rentang antara 0,1 ml/L sampai 0,3 ml/L. Artinya air yang kita distribusikan layak dikonsumsi.
Terkait masyarakat yang gatal-gatal, andainya itu benar ada, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa itu bersumber dari air (PDAM) karena harus ada penelitian ke masyarakat tersebut oleh tim medis atau tim ahli. Dan dalam hal ini itu bukan kapasitas PDAM,” jelas Rosliana. [nda]





















