Siantar — Cipita, salah seorang warga yang datang ke pasar murah yang digelar Pemko Pematangsiantar di halaman Kantor Camat Siantar Marimbun, Jalan Bahkora II, Jumat (25/7/2025), merasa sangat berterimakasih dengan kegiatan pasar murah tersebut. Menurutnya, pasar murah itu sangat membantu masyarakat seperti dirinya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Wesly Silalahi karena sudah menggelar pasar murah ini,” kata Cipita.
Cipita mengatakan, dengan kondisi saat ini dimana harga-harga kebutuhan pokok terus naik, kegiatan pasar murah itu sangat membantu banyak masyarakat khususnya yang ekonomi lemah. Maka dia juga berharap, agar operasi pasar seperti itu dapat lebih sering dilakukan.
“Karena sangat membantu untuk warga sekitar, terutama untuk perekonomian saat ini yang lumayan sulit,” ungkapnya.
Pasar murah yang digelar di halaman Kantor Camat Siantar Marimbun itu merupakan salah satu dari total delapan lokasi pasar murah yang digelar Pemko Siantar selama empat hari yakni 22 sampai 25 Juli.
Hari pertama pasar murah ini dilaksanakan di dua titik yakni Kantor Lurah Banjar Kecamatan Siantar Barat, dan Kantor Lurah Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari. Hari kedua di Kantor Camat Siantar Martoba, dan Kantor Camat Siantar Utara. Hari ketiga di Kantor Camat Siantar Selatan, dan Kantor Camat Siantar Timur. Dan di hari terakhir digelar di Kantor Camat Siantar Marihat, dan Kantor Camat Siantar Marimbun.
Pasar murah ini digelar Pemko bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk mengintervensi harga-harga kebutuhan pokok yang terus naik belakangan ini. Dan pasar murah ini menyediakan tersedia beras medium kemasan isi 5 kilogram, dengan harga Rp50 ribu per karung.
Sejak hari pertama, kegiatan ini direspons sangat antusias oleh masyarakat. “Sejak dibuka pukul 09.00 WIB sampai sekarang jam 11.00 WIB, telah terjual 142 karung beras,” kata Sekretaris Lurah Banjar, Rahmad, pada Selasa (22/7).
Cara untuk membeli beras di kegiatan ini juga sangat mudah, masyarakat cukup membawa Kartu Keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP). Namun hanya bagi masyarakat biasa, sebab PNS, TNI, Polri, dan pensiunan tidak diperkenankan membeli beras di kegiatan ini.
“Yang diutamakan adalah warga yang tidak menerima bantuan apapun,” lanjut Rahmad.
Suyatno, salah seorang warga Kelurahan Banjar, juga mengaku sangat berterima kasih dengan kegiatan ini. “Harga beras yang terus naik, yang begini ini sangat membantu,” ujarnya.
Kegiatan operasi Pasar Murah ini juga dipantau oleh Walikota Wesly Silalahi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan, bersama Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik.
“Operasi Pasar Murah ini menjadi tanggung jawab kita sebagai Pemerintah Kota. Dengan kondisi inflasi yang tinggi, diharapkan harga beras yang disubsidi ini dapat menekan laju inflasi di Kota Pematangsiantar,” kata Zainal, seraya menambahkan pembelian beras di pasar murah juga didorong untuk dilakukan dengan menggunakan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Ada beberapa warga tadi yang menggunakan QRIS dalam membeli beras, kita juga mendorong agar masyarakat bertransaksi digital dengan QRIS,” papar Zainal. (Adv)























