isiantar.com – Jika Anda ingin anak Anda lebih berpeluang untuk sukses di saat dewasanya, Anda disarankan mulai berpikir untuk memberi tugas rutin pada anak Anda. Tugas rutin dimaksud berupa pekerjaan-pekerjaan di rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, atau merapikan kamar.
Saran itu merupakan kesimpulan dari sebuah penelitian bernama Harvard Grant Study yaitu penelitian atas kehidupan sebanyak 724 orang lulusan Universitas Harvard yang berprestasi sejak tahun 1938. Tujuannya, untuk mengetahui hal-hal yang diperkirakan turut membuat hidup seseorang menjadi lebih sukses ketimbang yang lain.
Mantan Presiden AS, John F Kennedy dan seorang mantan editor surat kabar terkemuka, Ben Bradlee, turut menjadi bagian dari penelitian.
Ditemukan hasil dari penelitian itu bahwa, kaum muda membutuhkan dua hal penting dalam usia mudanya agar kelak menjadi bahagia dan sukses, yaitu, kasih sayang dan etos kerja.
Hasil penelitian itu disampaikan Julie Lythcott-Haims, mantan Dekan di Universitas Standford, saat menjadi pembicara untuk TED baru-baru ini. Julie mengatakan, mengerjakan pekerjaan rutin di rumah merupakan satu cara termudah agar kelak menjadi orang dewasa yang sukses.
“(penelitian ini) Menemukan bahwa kesuksesan profesional dalam hidup, yang adalah apa yang kita inginkan untuk anak-anak kita, berasal dari melakukan tugas-tugas sebagai anak kecil. Semakin dini Anda memulaimya (melakukan tugas rutin tersebut), semakin baik,” kata Julie.
Ia melanjutkan, “ada beberapa pekerjaan yang tidak menyenangkan, (tetapi) seseorang harus melakukannya, mungkin juga saya, itulah yang kemudian membuat Anda terdepan di tempat kerja.”
Di tempat terpisah, ketika Julie diwawancarai salah satu media, ia menjelaskan bagaimana mencuci piring atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya secara rutin bisa membantu anak-anak menjadi orang yang lebih baik saat dewasa.
“Jika anak-anak tidak mencuci piring, itu berarti ada orang lain yang telah melakukannya untuk mereka, itu bukan hanya berarti mereka dibebaskan dari pekerjaan, tetapi itu juga berarti bahwa mereka telah kehilangan kesempatan untuk belajar bahwa pekerjaan harus dilakukan, dan masing-masing dari kita harus berkontribusi untuk kemajuan secara keseluruhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dari hasil penelitian ituanak-anak yang melakukan pekerjaan rutin di rumah sejak usia muda cenderung menjadi orang dewasa yang mudah berkolaborasi dengan orang lain. Juga kreatif, mandiri serta dapat diandalkan. Mereka juga akan tumbuh menjadi sosok yang ringan tangan dalam membantu orang lain yang membutuhkan. Sebab mereka sudah mengalami beratnya berjuang. [feb]
(:dari berbagai sumber)















