isiantar.com – Lapangan Haji Adam Malik yang berada di pusat Kota Siantar diusulkan untuk dijadikan sebagai lapangan yang dikhusukan bagi anak-anak. Usulan itu berasal dari Kepala Satpol PP, Robert Samosir.
“Ya memang beberapa hari lalu sudah kita ajukan kepada pak walikota agar lapangan Adam Malik dijadikan lapangan untuk anak. Karena sudah saatnya kita di kota ini menyediakan ruang untuk anak,” kata Robert, Jumat sore (15/9/2018).
Dijelaskannya, dalam konsep sederhana, nantinya seluruh usaha odong-odong (mainan anak berupa miniatur kendaraan yang bergerak berputar) yang ada akan di pusatkan di dalam lapangan Adam Malik. Sehingga seluruh anak akan seperti mempunya titik kumpul untuk bertemu dan bermain di lapangan tersebut. Bukan hanya odong-odong, penjual mainan untuk anak, semisal penjual balon, juga akan dijinkan untuk masuk.

Untuk mengansitisipasi kemungkinan munculnya pengusaha odong-odong dadakan, kata Robert, pihaknya telah memiliki data-data pengusaha jasa odong-odong yang ada di kota ini. Dan hanya mereka yang akan diperbolehkan. Sementara untuk pedagang, apapun jenisnya, tidak diijinkan sekalipun di trotoar atau tepi jalan sekitar lapangan Adam Malik. Usulan ini juga secara lisan juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata, selaku instansi pengelola Lapangan Adam Malik, agar memberikan dukungan.
Adelia (32), warga Jalan Rakutta Sembiring, mengaku senang dengan ide ini. Menurutnya ia sebagai orang tua yang memiliki balita merasa terbantu dengan keberadaan odong-odong yang bisa ditemukan di pusat Kota Siantar.
“Selama ini kalau pengen ngajak anak jalan-jalan kan bingung mau ke mana, ya ngajak anak naik odong-odong aja ke kota, habis itu lari-lari di rumput lapangan Adam Malik. Tapi pas naik odong-odongnya takut juga kan, soalnya pas di pinggir jalan, kalau ada mobil yang tiba-tiba nabrak gimana, deg-deg kan gitu” ujar Adelia, yang menilai usulan tersebut menjadi langkah maju untuk menjadikan Siantar sebagai kota ramah anak. [nda]




















