isiantar.com – Histeria warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, terlihat jelas saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi, Senin siang (27/11/2017). Sapaan warga kepada Jokowi sudah lebih menyerupai jeritan histeris, yang terus terdengar di sepanjang jalan kedatangan yang dilalui Jokowi.
Energi penyambutan yang sangat luar biasa itu, pun berbalas setimpal. Jokowi, dengan wajah yang cerah dan sorot berbinar, terus menerus melempar senyum lepas ke arah warga yang menyapanya. Beberapa kali ia bahkan turun dari mobil dinasnya untuk bertukar sapa secara langsung dengan warga.
“Bontar ate, hape di tipi birong do idaon (Pak Jokowi ternyata kulitnya putih juga, ya. Kalau di televisi, kelihatan agak gelap).” Salah seorang warga berusia dewasa yang berdiri di tepian kerumunan, berujar demikian, setelah melihat secara langsung Jokowi melintas di depannya, persis di Jalan Haji Adam Malik, saat berjalan menuju ke arah pintu masuk lapangan.
“Pak Jokowi putih juganya, ya,” kembali terdengar seseorang yang lain berujar. Kali ini yang berujar itu adalah seorang belia berkemeja putih dengan pasangan rok biru, kepada teman berseragam yang sama yang berdiri disampingnya. Jarak siswi-siswi ini hanya beberapa meter dari pria pertama yang melontarkan penilaian serupa.
Histeria warga atas kedatangan Jokowi tidak hanya di saat penyambutan. Namun terus berlanjut hingga fase saat Jokowi berbicara di atas panggung. Bahkan disepanjang jalan saat iring-iringan Jokowi sudah menuju pulang.
Di atas panggung, misalnya, warga kembali histeris saat Jokowi melontarkan candaan kepada warga yang diberikan sertifikat tanah di acara itu. Jokowi meminta agar kelak mereka tidak ‘menyekolahkan’ sertifikat yang diberikan tersebut.
Jerit tawa warga sontak meledak mendengar guyonan itu. Karena istilah ‘disekolahkan’ atau ‘menyekolahkan’ sertifikat tanah, ataupun surat-surat berharga lainnya, adalah istilah lokal untuk menyebut menggadaikannya ke tempat-tempat meminjam uang.
Sepanjang keberadaan Jokowi di Lapangan Adam Malik, belasan ribu warga yang hadir siang itu terlihat sangat tertarik untuk mendengar setiap kata yang diucapkan Jokowi. Sayangnya, kapasitas sistem pengeras suara yang disediakan saat itu dirasa kurang memadai.
Menurut informasi, sistem pengeras suara yang dipesan untuk kegiatan saat itu berkapasitas 50.000 watt. [nda]




















