isiantar.com – Baru turun hujan sekitar 15 menit, warga Jalan handayani, Gg Lika-Liku, Kelurahan Bah Kapul, Pematangsiantar, langsung dilanda bencana banjir.
Bencana banjir yang terjadi sekitar Pukul 16.45, Kamis sore (23/2/2017), membuat warga panik dan langsung menghubungi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Banjir melanda pemukiman warga dari luapan air Sungai Mati.
“Sebenarnya sungai ini, kalau gak turun hujan, gak ada airnya. Tapi kalau hujan langsung meluap bahkan tinggi air pernah sampai atap rumah warga,” ujar Dani, salah seorang warga yang rumahnya turut dilanda banjir.

BPBD yang menerima laporan, dengan sigap langsung meluncur dan tiba dilokasi hanya dalam hitungan menit. Air yang sudah setinggi paha orang dewasa mengakibatkan rumah warga di bantaran sungai ini dipenuhi lumpur. Petugas BPBD langsung berjibaku menguras genangan air dan lumpur dari dalam rumah warga.

Luapan air yang selalu datang mendadak di kala turun hujan membuat warga kerap was-was. Pasalnya, bencana banjir tahun lalu bahkan merobohkan dua unit rumah warga.
“Waktu Hari Raya tahun 2016 lalu dua rumah roboh di sini gara-gara banjir gini,” imbuh Dani.

Menurut analisis warga, air yang datang dan meluap secara mendadak datang dari kawasan hulu yakni kawasan Tojai hingga ke daerah Kabupaten Simalungun. Daerah tersebut memang dialiri banyak sungai dan mata air, namun saat ini telah didominasi areal perkebunan sawit.
(nda)




















