isiantar.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Siantar, Robert Pangaribuan, mengeluhkan banyaknya saluran irigasi yang sudah rusak yang mengancam kecukupan pasokan beras.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi Pemko Siantar, keluhan itu disampaikan Robert saat Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Jumat pagi (17/2/2017), di Gedung Bank Indonesia, Jalan Adam Malik, Pematangsiantar.
Robert memaparkan, untuk tahun 2017 ini pihaknya diberi target memperkuat pasokan beras dengan menyiapkan lahan seluas 12.000 hektar. Sementera banyak saluran irigasi yang sebagian besar dikelola oleh Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara, kondisinya telah rusak.
“Target ini tentunya sulit kami capai, dengan kondisi saluran irigasi yang rusak tersebut,” keluhnya.
Namun, kata Robert, di sisi lain pihaknya telah menyiapkan benih padi bersubsidi dengan harga Rp2.500/Kg (dipasaran Rp15.000/Kg) yang akan disalurkan kepada petani.
Di lokasi berbeda, menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Lembaga Kajian Publik dan Politik (LKP2), Jonroi Purba, menilai pentingnya dilakukan evaluasi atau juga audit terhadap pengelolaan keuangan yang peruntukannya untuk pembangunan dan perawatan saluran irigasi selama ini.
“Keluhan itu masuk akal dan memang seperti itu yang kita lihat di lapangan. Namun yang perlu kita waspadai, jika kemudian keluhan itu langsung diproyeksi jadi landasan untuk pengadaan proyek irigasi demi meraup untung dari rekanan. Jangan gitu, dievaluasi lah dulu biar ketahuan dulu penyebab rusaknya dan kelemahan lainnya apa,” ujar Jonroi.
LKP2 selama ini, lanjut Jonroi, juga telah memprediksi akan munculnya keluhan seperti yang dilakonkan Robert, namun itu tidak semata-mata disebabkan irigasi yang rusak tetapi juga dimungkinkan oleh hal lain seperti adanya alih lahan pertanian dalam skala besar di Pematangsiantar.
(nda)

















