Siantar — Rendahnya serapan anggaran tahun 2019 di kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, terus menjadi perhatian masyarakat.
Bagaimana tidak, dari total alokasi anggaran Belanja Langsung sebesar Rp 568,21 miliar, hingga per tanggal 31 Oktober realisasi serapannya cuma Rp 166,73 miliar atau cuma 29,9 persen. Yang berarti ada sisa sebesar Rp 401,48 miliar yang belum dilaksanakan.
Rendahnya serapan itu dirasa sangat mengecewakan. Sebab keseluruhan dana itu merupakan dana publik yang terkumpul lewat pajak, yang diharap dikelola pemko untuk pembangunan yang lebih maju demi kesejahteraan masyarakat.
Wakil Walikota Togar Sitorus yang ditanya mengenai penyebab rendahnya serapan anggaran ini, Selasa (12/11) sore, hanya memberi jawaban singkat.
“Yang jelas ada mungkin masalah, gitu ajalah,” jawab Togar sambil terus berlalu menuju mobil dinasnya, usai mengikuti sidang paripurna di Gedung Harungguan DPRD Siantar.
Sebelumnya, di sidang paripurna beragenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota keuangan walikota yang dihadiri Togar Sitorus itu, sejumlah fraksi juga menyoroti soal rendahnya serapan anggaran ini.
Fraksi Golkar misalnya, meminta supaya proyek-proyek yang belum ditenderkan agar dibatalkan untuk tahun ini. Hal itu mengingat tahun anggaran 2019 cuma tinggal beberapa hari lagi, sehingga jika dipaksakan untuk ditenderkan, kualitas pengerjaan proyek itu nantinya dikhawatirkan rendah sehingga merugikan masyarakat. [nda]
Baca juga:
Ditanya Kontribusi Paradep selain Biang Kemacetan, Ini Jawaban Kadishub Esron Sinaga




















