isiantar.com – Lima orang mahasiswa yang merupakan aktivis Sahabat Lingkungan (SaLing) ditangkap saat kedatangan Presiden Jokowi ke Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (17/11/2017) lalu. Mereka ditangkap di Jalan Sudirman, perempatan Jalan Kartini, yang hanya berjarak sekitar dua ratus meter dari Lapangan Adam Malik.
Menurut penuturan aktivis SaLing, siang itu mereka memang berencana menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Jokowi dengan cara membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan desakan pembongkaran bangunan Studio Hotel dan Restaurat City yang berdiri di Jalan Parapat, tepi Sungai Bah Biak, Kelurahan Tong Marimbun.
Sesuai dengan yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Siang itu sekitar Pukul 13.00 WIB, mereka berjumlah sebanyak 10 orang bergerak dari Sekretariat SaLing yang beralamat di Jalan Sungkit, menuju Lapangan Adam Malik tempat kedatangan Jokowi.
Namun, karena adanya rekayasa akses lalu lintas siang itu, mereka pun turun di Jalan Sudirman di samping Kampus Michigan, dan bermaksud melanjutkan perjalanan ke lapangan dengan berjalan kaki.
Namun, hanya beberapa detik selepas turun dari angkot, seorang personil TNI yang ada di sekitar persimpangan itu langsung memanggil dan menanyai seorang dari mereka yang saat itu memanggul tas ransel besar yang berisi penuh.
Lima orang dari mereka pun langsung diamankan setelah di dalam tas ransel itu ditemukan sejumlah spanduk.
Kelima orang itu langsung digiring ke arah Stasiun Kereta Api, guna diamankan untuk sementara di teras salah satu rumah warga di kawasan tersebut.
“Kayaknya memang kami sudah dipantau dan diikuti sejak berangkat dari Sekret (Kantor Sekretariat SaLing). Makanya gitu turun kami, langsung dicegat. Memang sebelumnya udah kami sampaikan surat pemberitahuan aksi ke polres,” ujar salah seorang aktivis, sembari menunjukkan rekaman video penangkapan mereka di telepon genggamnya, dimana menurutnya ada kejadiaan lucu saat penangkapan mereka yakni ketika salah seorang pria yang bekerja di sebuah tempat fotocopy yang ada di sekitar lokasi penangkapan, sempat ikut digiring aparat. Pria pekerja di fotocopy tersebut disangka bagian dari mereka karena sedang mengggenggam gulungan bundelan kertas HVS.

Mengapa harus sampai ke Jokowi? Dia menjawab, “kami pengen menyampaikan ini langsung ke presiden, karena kan sebelumnya kita sudah meyampaikan aspirasinya ini lewat demo ke DPRD, ke Pemko, dan sudah melaporkan ke polres tapi dihentikan. Tidak ada tanggapan sampai saat ini. Ya momen pas lah saat RI 1 datang kesini kita sampaikan langsung, Karena pejabat yang di sini tidak peduli, ya kita mau sampaikan langsung sama presiden Jokowi,” jelasnya.
(Baca juga: Lebih Putih dari yang Nampak di Tivi)
Diketahui sebelumnya, SaLing memang sudah beberapa kali melakukan aksi unjukrasa menuntut pembongkaran bangunan tersebut karena diduga melanggar DAS dan pemiliknya diduga melakukan tindak penyalahgunaan IMB. Bahkan SaLing juga pernah melaporkannya ke polisi. Tidak hanya SaLing, beberapa pihak lain juga sudah menyarakan hal serupa.
Kelima aktivis yang sempat diamankan itu, akhirnya dilepas hari itu juga, setelah waktu menunjuk Pukul 19.15 WIB. [nda]




















