Siantar — Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) kota Siantar diduga telah membuat proyek fiktif Penyusunan Studi Kelayakan Pendirian Universitas Negeri dengan mengkambing-hitamkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di kota Siantar.
Dugaan itu beranjak dari klaim Bappeda kepada Komisi III DPRD Siantar saat rapat pertengahan Juli lalu, yang mengatakan salah satu poin hasil studi kelayakan tersebut adalah PTS-PTS yang ada di Siantar menolak rencana pendirian universitas negeri karena khawatir mahasiswanya akan berkurang.
“Kalau kita tanya universitas swasta, mereka keberatan. Mereka takut siswa mereka berkurang.” Demikian kata pejabat Bappeda yang ikut sebagai tim penyusun studi kelayakan tersebut, di rapat itu.
Pejabat Bappeda yang hadir untuk mendampingi Kepala Bappeda Hamam Soleh di rapat itu juga mengungkap, Bappeda sudah beberapa kali membuat studi kelayakan serupa dan mengajukannya ke pihak Kopertis di Medan untuk mendapat persetujuan pembangunan universitas negeri. Namun hingga tahun 2019 lalu, Kopertis masih menolak usulan yang diajukan.
Tetapi sejumlah rektor PTS yang diwawancarai isiantar.com soal klaim Bappeda itu, membantah pernah memberi pernyataan menolak rencana pendirian universitas negeri itu. Bahkan menurut mereka, Pemko Siantar sama sekali belum pernah meminta pendapat mereka soal rencana tersebut .
Pengakuan rektor-rektor ini membuat masyarakat menduga Bappeda telah membuat proyek fiktif yang membuat PTS dalam posisi kambing-hitam atas belum terwujudnya pendirian universitas negeri di kota ini.
Diminta tanggapannya atas temuan ini, salah seorang anggota Komisi III, Astronout Nainggolan, mengatakan, akan meminta salinan hasil studi kelayakan yang diklaim Bappeda tersebut untuk ditelusuri lebih lanjut. [nda]




















