isiantar.com – Acara bertajuk “Malam 1000 Lilin & Doa untuk Pak Ahok dari Siantar” yang dirancang sebagai ekpresi turut bersimpati atas kejadian yang menimpa mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dihadiri lebih dari lima ribuan warga.
Amatan isiantar.com, acara yang digelar di perempatan depan Makam Pahlawan, Jalan Sang Naualuh, Jumat malam (12/5/2017) ini, sudah mengalami “ledakan peserta” sejak awal acara dimulai di pukul 19.00 Wib.
Di awal tersebut, panitia lewat pengeras suara terdengar dengan nada khawatir memastikan apakah semua peserta yang hadir telah mendapatkan lilin. Masuk akal, sebab di awal acara, kegiatan bertajuk 1000 lilin tersebut telah dikerumuni sekitar 2000 orang peserta yang ingin ikut mengekpresikan rasa duka dan simpatinya atas kejadian yang menimpa Ahok.
Hanya dalam hitungan menit selepas peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan gegap gempita, bahkan diantaranya tampak bernyanyi sambil menitikkan air mata, jumlah peserta langsung membludak hingga mencapai lima ribuan orang. Para peserta ini membaur dari semua kalangan. Dari orang tua yang datang berbondong-bondong, termasuk diantaranya yang datang bersama anggota keluarga yang masih belia, juga peserta dari kelompok-kelompok kalangan kaum muda.
Tidak berapa lama, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sang Naualuh, macet. Kemacetan yang tertib. Pasalnya, banyak pelintas yang baru tahu adanya acara itu, sengaja berhenti di lokasi tersebut untuk ikut dalam acara itu. Dan jumlah peserta terus bertambah.
Semua peserta, termasuk pelintas yang sengaja berhenti, dan yang terpaksa berdiri rapi di sepanjang seberang jalan karena lokasi yang tidak mencukupi, terlihat dengan khusyuk dan gegap gempita mengikuti acara tersebut. Entah bagaimana, mereka juga akhirnya tampak memiliki lilin-lilin yang menyala, yang diangkat tinggi-tinggi selama acara.
Sebagian besar acara diisi dengan orasi-orasi berisi ajakan menjaga keutuhan NKRI, berdoa untuk peristiwa yang menimpa Ahok, dan diselingi menyanyikan bersama-sama lagu-lagu nasional.
Karena sound system yang oleh pantia sepertinya cuma dipersiapkan untuk perkiraan peserta sebanyak 1000 orang, semangat dari peserta lebih terasa di saat mereka menyanyikan lagu-lagu nasional secara bersama. Pada momen ini, seluruh peserta selalu bernyanyi dengan gegap gempita, dan selalu dengan spontan mengangkat tinggi lilinnya masing-masing.
Di sepanjang acara, di salah ujung kerumunan peserta di Jalan Sang Naualauh, tampak pula seorang wanita muda yang berdiri di atas mobil mengambil inisiatif memimpin para peserta di sekitarnya dengan cara menjadi dirigen untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Ia mengajak peserta bernyanyi dari atas mobil, juga menerikkan yel-yel bertema simpati untuk Ahok, dan semua peserta selalu mengikutinya dengan suara yang membahana. Iniasitif luar biasa ini juga tampaknya akibat sound system panitia yang tidak terdengar sampai ke ujung itu.
Acara ini berlangsung selama dua jam. Selama acara tampak seluruh peserta sangat khusyuk dan bersemangat. Selama itu terlihat beberapa peserta yang dengan mata yang berkaca-kaca. Beberapa kali terdengar pula teriakan spontan dari peserta: “bebaskan Ahok”. Hingga kemudian acara selesai dan peserta kembali ke rumahnya masing-masing. [nda]











