isiantar.com – Maraknya peristiwa kebakaran belakangan ini membuat kemampuan Pemko Siantar dalam menyelamatkan warganya menjadi sorotan. Tiap kali kebakaran terjadi, tingkat kelihaian pemko dalam memadamkan api dan menyelamatkan warga, menjadi tontonan dan dinilai langsung oleh masyarakat.
Tak hanya masyarakat awam di sekitar lokasi kejadian, salah satu kelompok yang paling sering menyaksikan langsung kemampuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) dalam hal ini adalah para jurnalis yang kerap bertugas meliput bencana seperti ini.
Dalam diskusi kecil antara beberapa jurnalis dimaksud, yang terjadi Senin sore (27/8/2018) di kantin DPRD, Jalan H Adam Malik, terungkap bahwa kesigapan dan kemampuan personil petugas Damkar di Siantar kini sudah semakin lebih baik.
Tetapi, sisi lemah yang mencolok juga terlihat di setiap upaya penyelamatan. Yaitu kondisi peralatan yang sudah tua dan harus di-upgrade.
“Seperti kebakaran di ruko depan tangga Pajak Horas itulah, naik petugas kebakaran ke lantai tiga, padahal api masih marak di lantai satu sama lantai dua, seram awak ngeliatnya,” ungkap seorang jurnalis.
Oleh karena seringnya pemandangan menyeramkan seperti itu, yang selain tidak signifikan mendukung upaya penyelamatan tapi justru membahayakan nyawa petugas Damkar, pemko dinilai sudah sepatutnya memiliki mobil Damkar jenis Skylift.
Mobil Damkar Skylift adalah jenis mobil pemadam yang memiliki wahana pengangkut (tangga). Mobil ini memungkinkan petugas mendekati titik api dengan posisi aman, dan melakukan penyemprotan dari posisi yang lebih tinggi.
Damkar Juga Butuh Sejumlah Peralatan Lain
Selain untuk wilayah Kota Siantar, petugas Damkar Siantar ternyata juga ikut membantu pemadaman jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Simalungun. Seperti untuk kebakaran di Jalan Akasia Raya, Perumnas Batu Anam, yang melalap tiga unit rumah, Sabtu (25/8) lalu.
Hal itu merujuk pada adanya nota kesepakatan antar kedua daerah ini. Nota kesepakatan itu menyebut untuk kejadian kebakaran yang jarak tempuhnya1 jam dari Kota Siantar, pemko Siantar akan ikut membantu pemadaman.
Tetapi, meski sifatnya hanya sebagai unit pembantu, pada faktanya para jurnalis beberapa kali menyaksikan peristiwa kebakaran di Simalungun dimana hanya Damkar Siantar yang datang melakukan pemadaman. Seperti yang terjadi di Jalan Akasia Raya tersebut.
Dari wawancara dengan Kepala Bidang (Kabid) Damkar Kota Siantar, Joshua Sihaloho, Jumat 27 Juli lalu, terungkap, bahwa, dari total lima unit mobil damkar milik pemko, empat unit diantaranya sudah berusia 13 tahun. Padahal seharusnya mobil tersebut sudah diremajakan setiap 5 tahun.
Selain itu, Damkar Siantar juga sangat membutuhkan perlengkapan (APD) tahan panas. Dimana dengan belasan orang petugas damkar yang berhadapan langsung dengan api kebakaran, pemko ternyata hanya memiliki satu jaket anti api. [nda]
Baca juga:
Pemko Diminta Jelaskan Hadirnya Penjual Baju dan Jeruk di Taman Bunga




















