isiantar.com – Dua atlet berprestasi di cabang olahraga beladiri Muaythai asal Kabupaten Simalungun tercancam pulang dari kompetisi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang saat ini sedang berlangsung di Bogor, Jawa Barat.
Kedua atlet dimaksud ialah Roy Mando Pinem dan Michael Sembiring, yang sebelumnya telah berhasil menyumbang medali emas dan perak untuk Kabupaten Simalungun lewat even Kejuaraan Daerah (Kejuarda) bulan November lalu.
Informasi menyesakkan bagi dunia olah raga ini diterima dari Abet Nego Simanihuruk, selaku pelatih kedua atlit,yang diwawancarai lewat sambungan telepon, Rabu malam (20/12/2017).
Abet mengatakan, dari segi kompetisi sejauh ini keikutsertaan mereka dalam Kerjurnas di Bogor sudah mencapai hasil yang sangat baik. Roy Mando Pinem, misalnya, baru saja menang KO atas atlit asal Papua, setelah sebelumnya ia telah mengalahkan semua lawannya di babak penyisihan. Alhasil, Roy dipastikan masuk ke babak semi final melawan atlit asal Kutai Karta Negara, yang dijadwalkan berlangsung Kamis 21 Desember 2017.
Namun Roy terancam tidak akan bisa lagi mengikuti babak semi final itu karena saat ini mereka sudah tidak punya uang untuk bisa bertahan di Bogor.

Abet sedikit mengisahkan awal keberangkatan mereka ke Bogor untuk ikut Kejurnas. Dikatakannya, meski didaulat membawa dua orang Atlit untuk bertanding di Kejuaraan Nasional Muaythai Indonesia, Abed bersama kedua atlit dan seorang lagi rekannya pelatih, Harmando Chosta Simarmata, berangkat dengan uang sendiri yang sebagian besar didapat dari pinjaman.
Ditanya bagaimana dengan sokongan dari pemkab, nada Ebet sedikit meninggi. “Jangankan bantuan dana, kami tidak diissukan berangkat dari hasil proposal Pengcab untuk keperluan mengikuti Kejurda dan Kejurnas ini aja sudah syukur, Bang,” balasnya sembari menjelaskan bahwa ia mendengar banyak pihak yang menduga biaya keberangkatan mereka ke Kejurnas merupakan hasil proposal yang dibuat oleh Pengcab Muaythai Kabupaten Simalungun.
Padahal ia sama sekali tidak mengetahui dan tidak pernah menerima apapun dari yang dirumorkan sebagai hasil proposal itu, sebab ia tidak pernah menerima apapun dari Pengcab terkait Kejurnas ataupun Kejurda yang telah selesai dimana mereka berhasil mempersembahkan 1 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu untuk Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya, atas kondisi mereka yang ‘terancam’ saat ini di Bogor, dengan jujur Abet berharap ada pihak yang peduli untuk sudi membantu biaya operasional, menyumbangkan dana, agar bisa lebih lama bertahan di Bogor. Agar kedua atlet yang bersama mereka bisa mengikuti kompetisi sampai akhir. Sebab atlet tersebut memiliki talenta yang sangat baik untuk diperhitungkan menjadi juara nasional di kompetisi itu.
“Kita doakan saja, meski puding yang minim, kita berpeluang menghantar Roy menjadi juara Nasional,” sebutnya. [ry]















