isiantar.com – Salah seorang warga Kota Pematangsiantar mengalami luka memar serius di beberapa bagian tubuhnya akibat dianiaya dengan sebilah broti atau kayu balok. Peristiwa terjadi di kediaman korban di Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, pada Rabu (15/3/2017), yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 Wib.
Menurut penuturan korban yang diperoleh isiantar.com lewat putrinya, pelaku diduga mendatangi rumah korban dengan mengaku sebagai pegawai salah satu BUMN yang ditugaskan untuk memeriksa selang tabung gas.
Tidak curiga karena menganggap itu maksud baik, korban mempersilahkan pelaku masuk ke dalam rumah. Setelah dipersilahkan, pelaku tidak langsung masuk, alasannya pelaku masih menunggu temannya yang lain.
Namun tidak berapa lama, dimana teman yang disebutnya belum datang, pelaku akhirnya masuk sendirian ke dalam rumah korban.
Baru saja melakukan pemeriksaan selang tabung gas, pelaku meminta korban untuk mencari sebilah broti yang disebut pelaku akan digunakan untuk mengganjal tabung gas. Korban menurutinya.
Setelah mendapat broti yang diminta pelaku, korban masuk ke rumah dan memberi broti tersebut kepada pelaku. Tak diduga, setelah diberi, pelaku langsung memukuli tubuh dan kepala korban dengan broti tersebut hingga korban tergeletak pingsan berlumur darah.
“Kira-kira gitulah ceritanya bapak, Bang. Soalnya bapak juga masih susah kayaknya mengingat karena kepalanya kan dipukul pake broti. Memar-memar semua di punggungnya, di pinggangnya juga,” ujar putri korban yang ditemui isiantar.com di salah satu rumah sakit di Siantar, Kamis malam (16/3/2017).
Kondisi korban yang sedemikian parah, tergeletak di lantai berlumur darah tak sadarkan diri, baru diketahui sekitar pukul 17.30 Wib setelah putrinya pulang dari tempat kerja.
Putrinya yang juga terlihat trauma dengan kejadian itu memohon agar identitas dan privasi keluarganya dihargai. Dengan lirih ia mengaku menjadi sangat takut hal itu terulang. Dan menjadi sangat takut dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. [nda]




















