Siantar — Guna memberi rasa aman dan nyaman bagi pedagang pun pengunjung selama perobohan Gedung IV Pasar Horas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memasang enam buah kamera CCTV di areal relokasi pedagang.
“Kita siap berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk memfasilitasi CCTV agar mudah diakses pedagang lewat web Pemko Pematangsiantar. Kita coba pasang minimal enam kamera,” kata Kepala Dinas Kominfo, Johannes Sihombing, dimana keenam kamera itu akan menyoroti titik-titik strategis di areal relokasi.
Hal itu disampaikan Johannes dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana perobohan Gedung IV Pasar Horas yang akan dilakukan dalam waktu dekat, pada Jumat sore (19/9/2025), di Ruang Data Balai Kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang, yang memimpin FGD ini, menekankan pentingnya memerhatikan estetika kota dan Juga kenyamanan pedagang serta pengguna jalan selama proses perobohan.
“Jangan kita merelokasi, tetapi para pedagang tidak nyaman. Para pengguna jalan juga pasti mengalami kemacetan. Fungsi estetikanya juga harus ada, ya,” kata Junaedi.
Dalam rapat ini Junaedi mendengarkan masukan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Direksi PD Pasar Horas Jaya, dan terutama BPBD selaku pemilik anggaran perobohan.
Dia meminta perobohan maupun relokasi pedagang harus dilakukan dengan penggunaan anggaran yang efektif, efisien, dan bertanggung jawab, jangan sampai anggaran yang digunakan menjadi temuan kerugian negara.
Plt Kepala Dinas Perhubungan, Alwi A Lumbangaol, menyampaikan pihaknya akan menyiapkan puluhan personel untuk mengamankan arus lalu lintas. Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Satpol PP.
Dalam FGD ini, Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, mengatakan akan ada sebanyak 271 pedagang Gedung IV yang akan digeser ke areal relokasi. Ia pun mengaku telah mempersiapkan nomor kios/lapak di area yang akan dihuni pedagang selama masa perobohan sekitar 1,5 bulan.
“Kita juga sudah pahami betul gejolak-gejolak yang mungkin terjadi di masyarakat. Nomor lapak sedang dibagi dan pekan depan kita akan buat garis batas-batas kios,” katanya.
FGD ini turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Zainal Siahaan, Asisten Administrasi Umum Rosion Julietta Hutauruk, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Arri S Sembiring, Kabag Tata Pemerintahan Hendra Simamora, Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik, dan perwakilan PT PLN UP3 Pematangsiantar. (PR/nda)



















