Siantar — Pemko Pematangsiantar untuk kesekian kalinya menggelar rapat rencana perobohan dan pembangunan kembali Gedung IV Pasar Horas, Kamis (11/9) kemarin. Namun muncul sinyalemen, jika rapat dengan pedagang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tersebut cuma ‘omon-omon‘ belaka, karena penyebab sebenarnya pembongkaran dan pembangunan gedung itu tidak kunjung terjadi adalah adanya ego sektoral, atau pertentangan kepentingan diantara pejabat Pemko sendiri.
Sinyalemen ini diungkap oleh Ketua Komisi II DPRD, Hendra Pardede, dalam rapat kerja dengan Direksi PD Pasar Horas Jaya, Jumat (12/9).
Hendra mengatakan, setelah rapat yang dipimpin Sekda di Ruang Data itu berakhir, ia menghubungi pejabat dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan pejabat Bidang Aset, untuk menanyakan detil hasil rapat tersebut.
Namun ternyata, kedua pejabat itu memiliki persepsi yang berbeda soal kesimpulan rapat tersebut.
“Tetapi yang saya dapatkan dua persepsi. Dan saya sampaikan, ‘saya tidak mau tahu persepsi yang mana, saya mau itu Gedung IV secepatnya dirobohkan, teknisnya kalian yang tahu. Apakah itu sistem yang mana, masyarakat tidak perlu tahu itu, masyarakat dan pedagang itu perlu kenyamanan secepat mungkin’.
Saya sampaikan kepada bagian Aset dan PUPR, laksanakan perobohan. Apa sistem teknisnya, percepat. Jangan ada pertikaian diantara OPD-OPD teknis, sehingga pedagang yang jadi korban dan berdampak kepada masyarakat luas,” papar Hendra dalam rapat.
Hendra juga mengungkap indikasi adanya kepentingan pemborong yang sudah membonceng para pejabat Pemko, sehingga perobohan dan pembangunan urung terjadi.
“Jangan gara-gara pihak ketiga (jadi) saling tarik-menarik (kepentingan antara pejabat Pemko, red). Ini (kebakaran Gedung IV) bencana, jangan dimain-mainin kalau bencana,” ungkap Hendra kesal.
Dibenarkan Dirut Bolmen Silalahi

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi, membenarkan informasi versi Hendra Pardede tersebut.
“Jadi memang yang disampaikan Ketua tadi seperti itu, Bu, adanya. Jadi diantara OPD masih ada persepsi-persepsi yang berbeda. Kalau kami hanya mengelola pedagangnya sebenarnya. Tapi yang mengeksekusi ini, memutuskan pembangunan, pembongkaran, adalah di Pemko,” kata Bolmen kepada anggota Komisi II, Sabariah Harahap, yang pertama sekali menyoal hal ini dalam rapat, dengan harapan aktivitas Gedung IV akan normal kembali sebelum Natal dan Tahun Baru.
Hendra Kesal Pemko Kebanyakan Rapat dan Kunjungan Tanpa Follow Up
Sebelum pembenaran dari Bolmen, Hendra juga mengkilas balik rapat-rapat, pertemuan, dan kunjungan atas nama harapan pembangunan kembali Gedung IV, yang ternyata tidak di follow up atau ditindak-lanjuti dengan serius oleh pejabat Pemko.
DPRD sudah beberapa kali dilibatkan rapat. Gubsu Bobby Nasution juga sudah datang dan menjanjikan pinjaman dari Bank Sumut. Bahkan kunjungan ke kementerian sudah dilakukan. Namun tidak ada yang di follow up oleh Pemko. Padahal sebelumnya, janji teranyar Pemko adalah pembongkaran akan dilakukan di bulan Juli kemarin.
“Saya bertanya pada saat itu ke beberapa dinas teknis, sudah sampai mana follow up kalian ke kementerian, baru sekali. Kemudian saya tanya ke Dinas Koperasi, baru dua kali. Saya tanya juga ke PUTR, (ternyata) sampai di pusat Kementerian, berkas pun tidak ada,” papar Hendra.
Hendra kemudian menyarankan Direksi PD Pasar Horas Jaya untuk memotong “drama” para pejabat Pemko ini, dengan menemui langsung Walikota Wesly Silalahi, agar pembangunan Gedung IV Pasar Horas segera terwujud.
Dalam rapat kerja ini, anggota Komisi II Aprial Ginting, Fahmi Siregar, Darson Rajagukguk, dan Joshua Ferrary Silalahi, mengevaluasi dan memberikan saran-saran supaya perusahaan ini lebih baik ke depan. (nda).



















