Siantar — Pelaksanaan sejumlah proyek yang sedari awal ditolak sejumlah pihak karena baru akan dimulai mendekati ujung tahun anggaran, kini semakin menjadi sorotan karena beberapa hal. Selain sebabkan kemacetan, pipa air PAM terputus, debu beterbangan, kualitas proyek-proyek ini juga semakin diragukan karena pengerjaannya turut dilakukan ditengah hujan.
Salah seorang yang sebelumnya telah mewanti-wanti kekhawatiran akan hal ini ialah Wakil Ketua DPRD Mangatas Silalahi. “Batalkan ajalah untuk yang tahun ini, kalau ada yang mau dikerjakan lagi (proyek yang belum terlaksana, red), dibatalkan aja, nanti kualitasnya bagaimana menjamin itu,” kata Mangatas, Senin 11 November lalu, setelah mengetahui bahwa 71 persen proyek pembangunan dari pos Belanja Langsung belum juga dilaksanakan.
Beberapa hari setelah itu, Fraksi Golkar dalam pandangan umumnya di sidang paripurna juga secara resmi meminta proyek-proyek itu dibatalkan. Alasannya juga ancaman kualitas proyek-proyek itu nanti karena sisa waktu pengerjaannya sudah sangat mepet.
Namun pemko dibawah kepemimpinan Hefriansyah bergeming. Tender dan pengerjaan proyek-proyek itu tetap dilaksanakan. Dan prosesnya kini bisa dilihat masyarakat.
BACA JUGA: Hefriansyah ke Jepang, Warga Siantar Senang
Belakangan, hasil pantauan masyarakat terhadap pengerjaan proyek-proyek ini tampaknya makin menemukan bukti dari kekhawatiran-kekhawatiran itu. Salah satunya dari apa yang terlihat pada pengerjaan drainase di Jalan Sangnaualuh, Sabtu (21/12) sore, dimana proses pengecoran proyek ini tetap dilanjutkan ditengah turunnya hujan.
“Gimananya orang ini nyemen pas hujan gini, sama aja gak ada artinya karena kualitasnya gak bagus, bentar lagi rusak lagi lah itu,” komentar seorang warga yang melihat proses itu.
Menurut warga ini, menyemen di saat hujan turun akan membuat kualitas proyek sangat rendah. Selain karena kandungan air dalam adukan akan bertambah, kandungan semen dalam campuran materialnya juga akan langsung digerus air hujan.
“Memang hasilnya nanti ya tetap kayak parit baru, tapi tak tahan lama itu, bisa jadi proyek lagi nanti ini tahun depan karena udah rusak lagi,” ungkap warga yang juga meragukan kesesuaian bestek pada proyek ini.
Sementara pimpinan proyek drinase ini belum berhasil dikonfirmasi. Salah seorang pekerja di proyek ini mengatakan pimpinan proyeknya sedang tidak berada di lokasi. [nda]
Baca juga:




















