isiantar.com – Di Lapangan Haji Adam Malik kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, tengah berlangsung proyek pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 10 November 2018 lalu, yang diikuti walikota dan unsur pimpinan daerah.
Lapangan Haji Adam Malik terletak persis di pusat kota Pematangsiantar. Berbentuk persegi empat simetris dengan sebuah bangunan berupa balai pada sisi sebelah barat. Bangunan yang dinamai Balai Bolon ini jadi tempat bagi tamu kehormatan bila sedang digelar kegiatan atau menjadi tempat bagi pimpinan upacara. Sementara di hari biasa, balai ini sering menjadi tempat awam berteduh dari panas atau hujan.
Balai menghadap lurus ke sisi timur tempat berdirinya gapura atau gerbang masuk lapangan. Di tengah lapangan, segala upacara kenegaraan, peringatan hari besar keagamaan, dilaksanakan. Termasuk tempat bagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan pemerintah semisal acara pergantian tahun.
Nama lapangan ini diambil dari nama salah seorang pahlawan nasional yang lahir di kota Pematangsiantar, yaitu Adam Malik. Adam Malik tercatat pernah menjadi wakil presiden Republik Indonesia ke-3 pada periode 1978 – 1983. Sebelumnya, tokoh yang lahir pada tanggal 22 Juli 1917 dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis ini juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan.
Pada masa penjajahan, Adam Malik pernah dipenjara oleh pemerintah Hindia Belanda di Struiswijk di tahun 1935. Adam Malik yang juga dikenal sebagai pelopor berdirinya kantor Berita Antara ini juga ikut dalam rombongan kecil yang membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Kepahlawanannya inilah yang membuat pemerintah kota Pematangsiantar menggunakan namanya untuk menamai lapangan yang terletak di pusat kota ini lewat Perda nomor 15 tahun 1989 — yang kini di atasnya sedang dibangun Tugu Sangnaualuh Damanik.
Informasi dihimpun, pembangunan tugu itu sekarang masih pada tahap pembangunan bangunan-bawah dengan biaya Rp 3 miliar. Dari aspek tata letak, tugu dibangun di sisi timur bagian dalam berjarak sekitar 5 meter dari gapura. Disebutkan, bagian depan tugu akan menghadap gapura, sementara bagian belakang menghadap Balai Bolon. Dengan posisi ini juga berarti tugu akan menghadap langsung ke Jalan Merdeka — yang merupakan jalan raya satu arah — dimana kendaraan-kendaraan di atasnya juga bergerak ke arah timur yakni ke arah Jalan Ahmad Yani.
Sebagaimana yang tertera di sebuah poster besar yang dipasang di lokasi saat peletakan batu pertama 10 November lalu, di tengah masyarakat di kota Pematangsiantar Sangnaualuh Damanik dikenal sebagai pendiri Kota Pematangsiantar yang merupakan raja ke-14 dari dinasti Kerajaan Siantar. Sayang upaya mendapat informasi lebih banyak tentang Sangnaualuh Damanik dari pemko selaku pihak pembangun tugu ini, belum membuahkan hasil.
Informasi dihimpun juga menyebut bahwa Sangnaualuh Damanik sudah pernah dua kali diusulkan ke pemerintah RI untuk menjadi pahlawan nasional, namun belum berhasil.
Terkait pengusulan seseorang untuk menjadi pahlawan nasional ini, dilihat dari perundangan yang mengaturnya yakni UU no. 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Penghormatan, pihak yang mengusulkan seseorang untuk menjadi pahlawan nasional diwajibkan untuk memenuhi sejumlah persyaratan. Termasuk persyaratan administrasi yang mengharuskan pengusul menyertakan biografi calon pahlawan tersebut yang dibuat dari hasil penelitian dan ditulis dalam format karya akademik. Selain juga harus menyertakan dokumen-dokumen pendukung lainnya.
Peletakan Batu Pertama untuk yang Kedua Kali
Peletakan batu pertama di Lapangan Haji Adam Malik pada tanggal 10 November lalu merupakan peletakan batu pertama yang kedua kalinya dilakukan dalam rangka pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik.
Di masa walikota Hulman Sitorus di tahun 2012 lalu, peletakan batu pertama untuk pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik sudah pernah dilakukan di lokasi bundaran yang terletak di antara kompleks Makam Pahlawan dan pusat perbelanjaan Ramayana. Namun kelanjutan pembangunannya, tidak pernah dilakukan.
Kemudian di bulan Juni 2018, pemko menyatakan telah sepakat dengan pihak ahli waris untuk membangun tugu Sangnaualuh Damanik di lokasi yang berbeda dari tempat peletakan batu pertama masa Hulman Sitorus, yaitu menjadi di Taman Bunga atau Lapangan Merdeka, persisnya di sudut yang menghadap Gedung BRI Pematangsiantar, Jalan Merdeka.
Komposisi panitia pembangunan tugu ini juga sudah mengalami perubahan. Hingga yang teranyar, untuk peletakan batu pertama yang di Lapangan Haji Adam Malik pada 10 November lalu, posisi ketua panitia sudah diisi nama Adiaksa Purba yakni seorang ASN yang beberapa tahun belakangan menduduki jabatan sebagai kepala dinas pendapatan di Pemko Pematangsiantar.
Mendapat Penolakan dari Kelompok Masyarakat
Beberapa hari setelah dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan Tugu Sangnaualuh Damanik di Lapangan Haji Adam Malik, pembangunan tugu ini mendapat protes dari sekelompok masyarakat.
Kelompok yang memprotes ini menamakan diri Gabungan Masyarakat Islam Kota Siantar yang mereka singkat Gamis.
Protes yang disampaikan Gamis menggunakan sudut pandang bahwa lapangan tersebut selalu dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Dan mereka menilai, keberadaan tugu tersebut nantinya akan menggangu kenyamanan. [nda]




















