Siantar — Sukma Adhany, seorang perempuan warga Siantar berusia 25 tahun, hanya bisa berada di kasur dan lantai karena penyakit yang dideritanya. Ia menderita Hydrocephalus, yaitu penumpukan cairan di rongga otak, semenjak lahir.
Menurut ibunya, Sakida, semenjak lahir Sukma Andhany hanya bisa seperti itu. Berada di kasur yang dibentangkan di lantai rumah mereka. Dan Sakida yang berprofesi sebagai penjahit pakaian, mengaku sedih, melihat anak gadisnya itu tidak bisa beraktifitas layaknya perempuan dewasa.
Saat mendapat kunjungan dari Ketua TP PKK Kota Siantar, Ny Liswati Wesly Silalahi, pada Rabu 25 Februari 2026, Sukma dan ibunya mengaku senang. Sakida menceritakan bahwa setiap minggu putrinya itu menjalani terapi. Mereka berangkat ke tempat terapi dengan bantuan mobil ambulans dari Dinas Kesehatan.
Bahkan Sukma sempat mempersembahkan lagu untuk Ny Liswati.
Adapun kunjungan Ny Liswati ini adalah untuk memberi tali asih dan sembako kepada Sukma dan keluarga. Ny Liswati juga menyampaikan harapan semoga Sukma dapat segera sembuh, agar bisa beraktifitas seperti orang-orang seusianya.
“Tetap rajin terapi dan berdoa kepada Tuhan memohon kesembuhan. Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Semangat terus untuk Sukma Adhany dan ibunya,” kata Liswati. (PR/nda)





















