Siantar — Pasangan calon walikota Pematangsiantar Asner Silalahi dan Susanti Dewayani berkunjung ke kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Pematangsiantar, Kamis (8/10) pagi. Selain mempererat tali silaturahmi, sekaligus untuk berdiskusi tentang masa depan kota berhawa sejuk ini.
“Kepada Bapak Asner dan Ibu Susanti serta tim, kami ucapkan selamat datang ke kantor PD Muhammadiyah Kota Pematangsiantar ini. Kita harap pertemuan ini membawa berkah dan ridho.” Demikian sambutan M Sagala, Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Pematangsiantar, membuka pertemuan.
Pertemuan mengalir dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Dimulai dengan perkenalan diri Ketua PD Muhammadiyah Kota Pematangsiantar M Amin Siregar, Sekretaris M Sagala, S Nasution dan H Nasution sebagai Wakil Ketua dan K Harahap sebagai bendahara. Hadir juga Ketua PD Aisyiyah Pematangsiantar Hj Marintan Lubis dan pengurus lainnya.
M Amin Siregar, dalam sambutannya, bercerita sekilas sejarah berdirinya Perserikatan Muhammadiyah. “Perserikatan Muhammadiyah berdiri tahun 1912. Diperkasai oleh KH Ahmad Dahlan. Artinya, 33 tahun sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah ada. Saat ini, Muhammadiyah genap berusia 108 tahun,” sebut M Amin Siregar.
Menurut M Amin Siregar, Muhammadiyah didirikan untuk menjaga ajaran Agama Islam tetap murni berdasarkan kitab suci Alquran. Dan ada yang unik dari perserikatan Muhammadiyah yakni, sumber dananya berasal dari kantong anggota, melalui gerakan amal soleh dan lingkungan amal usaha masing-masing.
Muhammadiyah adalah Perserikatan Islam terbesar yang memiliki berbagai organisasi yang bergerak dalam lingkup pendidikan, kesehatan, dan kegiatan amal lainnya. Semua itu dikelola dengan baik, jujur, tulus, ikhlas tanpa pamrih.
“Di sini saya tegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis. Tidak dukung mendukung pasangan calon yang maju di Pilkada. Namun, bagi oknum-oknum di organisasi Muhammadiyah, silahkan berpolitik karena itu hak politik perorangan bukan secara organisasi,” tegas M Amin Siregar.
“Terakhir, pesan dari Muhammadiyah, mari kita ciptakan Pematangsiantar menjadi kota yang disenangi semua pihak. Tetap kita junjung Pematangsiantar sebagai kota toleransi di Indonesia,” tutup M Amin Siregar.
Susanti Dewayani mengaku haru bisa hadir di pertemuan silaturahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah Kota Pematangsiantar itu. “Saya juga sangat apresiasi dengan pertemuan ini. Sebab, silaturahmi banyak memberikan manfaat, di antaranya melahirkan ide-ide cemerlang. Terima kasih atas pertemuan ini. Semoga diridhoi Allah SWT,” kata dokter spesialis anak ini.
Asner Silalahi setelah penuh hormat memperkenalkan diri sebagai pria berlatar belakang birokrat, yang lahir dan hingga SMA di kota Pematangsiantar, menyatakan sepakat dengan pesan khusus yang disampaikan oleh Ketua PD Muhammadiyah itu. “Saya setuju dengan permintaan Bapak M Amin Siregar untuk tetap menjunjung toleransi di Kota Pematangsiantar. Mari menjaga toleransi dengan saling menghargai,” ucap Asner Silalahi yang diaminkan oleh semua yang hadir.
Pertemuan ini berlangsung sekitar dua jam. Penuh diskusi mengenai berbagai sektor, demi kemajuan Pematangsiantar ke depan.
Foto-foto pertemuan:
[PR/nda]

























