Siantar — Untuk menggugah kesadaran semua pihak akan pentingnya air minum dan sanitasi yang aman, USAID IUWASH Tangguh merangkul media yang ada di kota Pematang Siantar – dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Upaya merangkul media ini dimulai dengan menggelar kegiatan Kunjungan Lapangan bersama jurnalis ke mata air Mual Goit, Kabupaten Simalungun, kemudian dilanjut dengan acara Diskusi Media di Hotel Blue Diamond and Golden Rich Function Hall, kota Pematang Siantar, pada Rabu 22 November 2023.
Kunjungan lapangan di Muat Goit dibuka oleh Kasubbag Protokol Pemko Siantar, Daniel Dasuha. Di tempat ini, Kepala Bagian Produksi Perumda Tirtauli, Dorlim Pasaribu, bersama-sama dengan Kasubbag Laboratorium Perumda Tirtauli, Jamil Nainggolan, mengajak para jurnalis untuk berkeliling, untuk mengenali dan memahami sistem kerja produksi air minum di tingkatkan hulu atau di sumber air.
Sembari berkeliling Dorlim mengungkap beberapa fakta. Salah satunya terjadinya penurunan debit air di tiga broncapter milik Perumda Tirtauli di Mual Goit. Penurunan signifikan yang mencapai 50 persen, terjadi di ketiga broncapter di umbul ini. Menurut Dorlim, hal ini terutama disebabkan terjadinya pengalihan fungsi lahan dan pembangunan perumahan, yang tidak diperhitungkan dengan baik. Sementara kawasan umbul tetap terlihat rimbun dan asri yang kata Dorlim kondisi itu harus tetap dipertahankan demi menjaga kualitas air bagi pelanggan Perumda Tirtauli.
Seusai dari Mual Goit, acara Diskusi Media kemudian dipandu oleh Communication & Outreach specialist USAID IUWASH Tangguh, Juliarti Sianturi.

Di sesi diskusi ini Kepala Bagian Humas Perumda Tirtauli, Jimmi Simatupang, memaparkan kondisi objektif pengelolaan air minum di Pematang Siantar dan wilayah lain yang turut menjadi wilayah pelayanannya. Jimmi juga menyampaikan manfaat besar yang diperoleh Perumda Tirtauli dari kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan USAID IUWASH.
Sementara Regional Manager USAID IUWASH Tangguh, Zulfa Ermiza, memaparkan beberapa hal penting yang salah satunya ialah keberhasilan Perumda Tirtauli mencapai wilayah cakupan akses air minum layak yang telah mencapai 99 %. Sementara Kabupaten Simalungun masih 38%. Demikian juga aspek Sanitasi Layak Pematang Siantar telah mencapai 76% sementara Simalungun masih 45 %.
Maka itu tugas rumah selanjutnya bagi Siantar kata Zulfa, adalah perihal pengkondisian dan pengelolaan Sanitasi Aman yang hal itu meliputi sarana jamban keluarga, pembuangan sampah dan sarana pembuangan air limbah yang tidak mengkontaminasi lingkungan. Dimana hal ini, menjadi persoalan yang serius bagi kabupaten Simalungun.
Pada sesi diskusi ini, para jurnalis yang hadir menyampaikan amatan dan analisanya perihal yang terbaik, dan yang paling memungkinkan untuk dilakukan demi tercapainya penyediaan air minum dan sanitasi yang aman di kedua daerah ini. Ide-ide jurnalis itu kemudian dicatat, untuk direncanakan akan dikerjakan secara berkolaborasi dengan USAID IUWASH Tangguh di kemudian hari.
[nda]




















