Medan – Pasangan calon walikota dan wakil walikota Siantar, Asner Silalahi – Susanti Dewayani (PASTI), menilai pembangunan kota Siantar belum merata. Khususnya di wilayah pinggiran atau perbatasan, dimana masih banyak yang belum tersentuh pembangunan sama sekali. Maka ke depan, pengelolaan APBD Siantar harus pro kepada rakyat.
Hal itu mereka sampaikan dalam Debat Publik dan Pemaparan Visi Misi Pasangan Calon (Paslon) yang digelar KPU Pematangsiantar di Hotel Arya Duta Medan, Rabu (2/12) pukul 16.00 WIB. Yang menjadi panelis dalam debat ini ialah Isfenti Sadalia (Dosen Fakultas Ekonomi USU), Mariah SM Purba (Ketua Program Studi Magister Hukum USI), Pdt. Saut Hamonangan Sirait (Dosen STT HKBP Pematangsiantar), Tonny P Situmorang (Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU), dan Hatta Ridho (Dosen Fisip USU), dengan dipandu moderator, Zainuddin.
Di pemaparan visi misinya, Asner ingin mewujudkan Siantar jadi kota yang sehat, sejahtera dan berkualitas. Dengan menguatkan kehidupan masyarakat sejahtera, humanis, agamais dan beradab. Serta menghargai kearifan lokal dan keberagaman.
Asner juga menginginkan peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, dan responsif, yang melayani berdasarkan prinsip good government dan cooperative goverment. Hal ini kemudian berkelanjutan dengan penguatan sentral-sentral dan daya tarik kota, guna pewujudan Siantar sebagai sub-pusat perdagangan dan jasa regional, di Sumatera Utara.
Mengenai pewujudan Siantar sebagai kota berkualitas lewat penataan ruang, pengembangan struktur keindahan, dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, kesemuanya ini akan dimulai dari wilayah pinggiran atau perbatasan kota.
“Dengan program dan visi misi ini, kita harapkan kedepannya, bisa menata Siantar untuk lebih bangkit dan maju. Karena kita tau, ada berbagai problem problem yang terjadi di Siantar,” ucapnya.
Mengenai penguatan dan memulihkan perekonomian regional, serta penyehatan iklim usaha dan jasa di masa pandemi atau pasca pandemi, Asner menyebut akan memberi perhatian lebih kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari pemberian fasilitas sampai suntikan dana.
“Di Siantar banyak industri rumah tangga oleh kaum ibu, mereka masih tradisional, sehingga soal pemasaran masih kurang efektif. Kedepan hal ini akan kita promosikan hingga keluar kota,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan panelis soal cara meningkatkan indeks pertumbuhan manusia (IPM), dan cara meningkatkan daya tarik wisata kota Siantar, Asner mengatakan IPM akan ditumbuhkan melalui pembinaan UMKM dan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan. Dengan demikian, pembangunan akan merata hingga IPM tak hanya terpusat di kota.
Asner juga menambahkan penataan pasar tradisional perlu dilakukan dengan menambah pasar-pasar penyangga, dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada.
Secara keseluruhan Asner, – Susanti terlihat tenang dan lancar dalam memberikan pemaparan dan menjawab seluruh pertanyaan dari panelis.
Di akhir acara ini Asner – Susanti mengajak seluruh masyarakat Siantar agar datang ke TPS pada tanggal 9 Desember nanti untuk menggunakan hak pilihnya.
“Tujuannya untuk memilih walikota dan wakil walikota yang mempunyai program dan visi misi. Untuk masa depan Siantar 5 tahun ke depan,” kata Asner mengakhiri.
Sebagaimana diketahui, pasangan Asner – Susanti adalah pasangan calon tunggal di Pilkada Siantar. Karena calon tunggal maka pada lembar surat suara nantinya tidak ada nomor urut, tetapi hanya posisi pasangan calon yang akan dipilih dimana Asner-Susanti berada di sebelah kiri. [PR]




















