isiantar.com – Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, kembali masuk daftar kota paling toleran se-Indonesia versi Setara Institute untuk tahun 2018, serta akan menerima penghargaan dari pemerintah.
Informasi dihimpun, penyerahan penghargaan atas prestasi kota ini akan dilaksanakan Jumat 7 Desember 2018, di Hotel Ashley, Jakarta Pusat. Adapun yang akan menyerahkan penghargaan di seremoni ini ialah Mendagri, Menag, Kepala BPIP dan Ketua BP Setara Institute.
Ketika informasi ini dikonfirmasi kepada salah seorang pejabat teras Pemko Pematangsiantar, Leonardo Simanjuntak, pria yang menjabat sebagai Asisten I ini membenarkannya.
“Ya, benar, ada undangan untuk itu dan kebetulan saya yang akan berangkat besok menghadirinya. Di dalam undangan (yang mengundang, red) Mendagri dan Institut Setara. Langsung penyerahan (penghargaannya) besok. Kan ada 10 besar (kota) yang diundang. Tapi besoklah kita tahu kita di posisi berapa, doakanlah,” kata Leonardo, saat diwawancara Kamis malam (6/12/2018).
Hefriansyah: Tahun 2017 Kita Nomor Satu
Di tahun 2017 lalu, Kota Pematangsiantar juga masuk dalam daftar 10 kota paling toleran hasil penelitian Setara Institute. Dan pada tabel indeks 10 kota yang dirilis Setara Institute tersebut, Kota Pematangsiantar berada pada urutan kedua.
Penempatan Kota Pematangsiantar di urutan dua pada tabel itu bagi sebagian pihak dinilai karena tingkat toleransi kota Pematangsiantar memang masih nomor dua, atau masih dibawah kota Manado yang di tabel tersebut ditempatkan pada urutan pertama.
Namun dalam sebuah kesempatan, yakni saat acara diskusi publik yang digelar KNPI Kota Pematangsiantar di Restaurant International pada hari Kamis, 11 Januari 2018 lalu, Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, membantah penilaian itu.
Menurut Hefriansyah, Kota Pematangsiantar adalah kota nomor satu paling toleran se-Indonesia, meskipun skornya sama dengan Manado. Adapun penempatan kota Manado di urutan pertama pada tabel tersebut adalah disebabkan penyusunannya berdasarkan abjad, dimana “M” lebih dulu dari “P”.
“Siapa bilang Pematangsiantar kota toleran nomor dua? Skornya sama (ada) tiga kota, cuma karena di susunan abjad huruf ‘M’ duluan daripada ‘P’, jadi Manado duluan (ditulis). Jadi jangan mau dibilang nomor dua, kita buktikan, kita nomor satu selalu,” ucap Hefriansyah yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin di acara itu. [nda]
Baca juga: Populasi Penduduk Siantar Minus; Keberhasilan KB dan Ancaman Ekonomi




















