Siantar — Satpol PP Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, kembali menggelar Patroli Kasih Sayang pada Kamis pagi (22/8/2019). Hasilnya, sebanyak 44 siswa bolos sekolah terjaring dari sejumlah warnet.
Ke 44 siswa tersebut terdiri dari 15 siswa SMP dan 29 siswa SMA/SMK.
Setelah diangkut dengan mobil patroli ke kantor Satpol PP, para siswa bolos ini diberikan pembinaan. Dan setelahnya mereka baru diperbolehkan pulang jika sudah dijemput pihak sekolah atau orangtuanya masing-masing.
Ketika di kantor Satpol PP para siswa bolos ini menyajikan sejumlah gelagat. Ada seorang siswa SMP yang setiap kali ditanya, namanya selalu berubah. Bahkan nama sekolahnya juga selalu berubah. Meski di badge pada lengannya tercantum tulisan SMK Swasta GKPS 3.
Ada adegan sedih dimana seorang ibu yang begitu tiba di Satpol PP langsung menangis dan berupaya memukul anaknya yang juga masih SMP. Namun upaya itu langsung dihalangi personil Satpol. Akhirnya, kedua ibu dan anak itu terlihat sama-sama menangis.
Diantara siswa yang terjaring ada seorang siswa SMP yang mengaku sudah bolos selama 15 hari berturut-turut. Menurut pendataan Satpol PP, siswa tersebut berasal dari SMPN 13.
Para guru yang menjemput siswa yang bolos juga menunjukkan sikap yang berbeda-beda. Ada yang ekspresinya terlihat malu, ada yang langsung memarahi siswanya, dan ada juga yang terlihat berekspresi datar-datar saja. Dan diantara guru tersebut ada juga yang memiliki permintaan khusus kepada Satpol PP yakni supaya warnet yang ada di dekat lokasi sekolahnya agar lebih sering dirazia.

Para siswa yang terjaring ini terdata berasal dari SMP Suria, SMP Trisakti, SMP YPI, SMP Swasta GKPS 3, SMP Negeri 10, SMP Negeri 13, STM GKPS 2, SMK Cinta Rakyat, SMK Melati, SMK Pariwisata HKBP, SMK Parbina, SMK Hotma Guna, SMK Swasta Sahata, SMK 2 Taman Siswa, SMK Tridharma, SMK MARS, SMK UISU, SMK Negeri 2, SMK Negeri 1, SMA Negeri 1 Pematangsiantar, dan seorang siswa dari SMA Negeri 1 Dolok Pardamean. [nda]




















