isiantar.com – Kabar duka meninggalnya ilmuwan dan fisikawan tersohor, Stephen Hawking, Rabu (14/3/2018) kemarin, sontak membuat kesedihan mendalam bagi banyak pihak khususnya ilmuwan-ilmuwan yang masih menginginkan penemuan ataupun teori-teori terbaru darinya.
Sekalipun ada sisi kontroversial terutama menyangkut pernyataan-pernyataannya tentang Tuhan atau tentang alien, kejeniusan ilmuwan penemu teori Black Hole ini tidaklah bisa terbantahkan. Ia menerbitkan sejumlah buku, melakukan banyak penelitian, hasil penelitian dan teori-teorinya menjadi rujukan bagi banyak ilmuwan dan peneliti — baik peneliti mainstream maupun bukan — dalam upaya memahami lebih banyak tentang semesta.
Stephen Hawking lahir pada 8 Januari 1942 dan meninggal Rabu kemarin dalam usia 76 tahun. Tanggal kelahiran dan kematiannya menjadi sekaligus pengingat terhadap dua orang ilmuwan tersohor sebelumnya yang pernah hidup di muka bumi. Mengapa? Sebab tanggal lahir Stephen Hawking tersebut merupakan tanggal meninggalnya Galileo Galilei (1564-1642) yang juga dikenal sebagai “bapak astronomi” dan bapak “ilmu fisika modern”.
Galileo Galilei adalah ilmuwan yang mendukung pendapat Copernicus dengan mengatakan bahwa planet bumi lah yang mengelilingi matahari, dan matahari sebagai pusat sistem tata surya. Galileo – Galilei lalu diajukan ke pengadilan gereja Italia karena pernyataannya itu dianggap melenceng dengan keyakinan yang dianut masyarakat saat itu.
Sementara tanggal kematian Stephen Hawking, Rabu kemarin, sama dengan tanggal kelahiran penemu Teori Relativitas, Albert Einstein (1879-1955). Albert Einstein juga banyak menyumbang pengembangan ilmu Mekanika Kuantum, Mekanika Statistika dan Kosmologi, dan pada tahun 1921 mendapat Penghargaan Nobel dalam Bindang Fisika untuk penjelasannya tentang Efek Fotolistrik.
“Mystery Cigar” Salah Satu Penelitian Kontroversial Terakhir
Sebelum meninggal, pada Oktober 2017 lalu Stephen Hawking sempat memberitahukan kepada publik tentang salah satu objek penelitiannya yakni tentang sebuah benda misterius berukuran raksasa yang terpantau sedang melintasi sistem solar planet Bumi, yang mana benda ini juga menjadi pusat perhatian sejumlah lembaga penelitian besar.
Benda berbentuk pipih tersebut memiliki panjang ratusan meter dan lebar sekitar sepersepuluhnya. Benda tersebut meluncur di ruang angkasa dengan kecepatan hampir mencapai 200.000 mil per jam. para ilmuwan dan peneliti kemudian menyebutnya sebagai “Mystery Cigar” atau “Oumuamua”.

Komunitas ilmuwan mainstream mengidentifikasi benda tersebut sebagai benda ruang angkasa semacam asteroid. Namun Hawking dan kelompok-kelompok ilmuwan lain, cenderung mengidentifiasi benda misterius tersebut sebagai pesawat ruang angkasa milik alien atau milik entitas lain yang ada di semesta yang sangat luas ini. Benda tersebut terlihat bukan benda natural, begitu penilaian sementara Hawking sebelum beberapa bulan kemudian ia meninggal.
(Obeiyel)




















