Siantar — Dua universitas swasta terbesar di kota Siantar, Universitas Simalungun (USI) dan Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar (UHKBPNP), membantah telah memberi pernyataan menolak rencana pendirian universitas negeri kepada Pemko Pematangsiantar.
Rektor UHKBPNP melalui Kabiro Humas dan Kerjasama Paulina Sirait, Jumat (28/8) mengatakan, bahkan Pemko sama sekali belum pernah meminta pendapat mereka soal rencana tersebut baik secara langsung maupun lewat surat.
“Belum pernah ada yang datang dari pemko untuk (menanyakan) itu, jadi bagaimana kami mau ngatakan mau menolak atau menerima sementara belum pernah datang proposal atau sejenisnya yang membutuhkan jawaban setuju atau tidak setuju,” kata Paulina.
Jawaban senada disampaikan oleh Rektor USI, Corry Purba.
Corry yang baru saja berhasil membawa USI menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Siantar masuk peringkat 10 besar Perbandingan Nilai Indikator Klaster 13 Besar PTS Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I tahun 2020 ini, mengatakan, sejak menjabat rektor tahun 2018 lalu Pemko sama sekali belum pernah meminta tanggapan USI soal rencana pendirian universitas negeri tersebut.
“Kalau pada saat saya, tidak ada,” jawabnya.
Justru Mendukung
Ditanya lebih jauh tanggapannya soal rencana pendirian universitas negeri di Siantar, Corry mengatakan pihaknya justru sangat mendukung.
Untuk menjelaskan dukungan itu kata Corry, pertama harus dipahami dulu bahwa universitas swasta dan negeri memiliki segmen pasar yang berbeda, sehingga argumen jumlah mahasiswa PTS akan berkurang dengan hadirnya universitas negeri sepenuhnya tidak benar.
Justru hadirnya universitas negeri akan menguntungkan PTS secara tidak langsung karena akan membuka potensi pertambahan jumlah mahasiswa di universitas swasta.
“Kita malah mendukung, iya dong, kalau universitas negeri ada di sini otomatis kota kita jadi kota terbuka, dari barat sampai timur akan ada mahasiswa yang masuk ke kota kita dan itu akan membuat kota kita jadi kota terbuka,” jelasnya.
Corry juga mengisyaratkan bahwa dukungan terhadap rencana pendirian universitas negeri harus diberikan oleh seluruh elemen. Hal ini merujuk pada skala kepentingan yang lebih besar yakni kesejahteraan seluruh masyarakat Siantar.
Dijelaskannya, hadirnya universitas negeri nantinya akan otomatis menghidupkan banyak jenis usaha di kota ini. Mulai dari kos-kosan, kuliner, dan hampir seluruh jenis usaha lainnya. Dengan lebih sederhana bisa dikatakan bahwa hadirnya universitas negeri akan membuat masyarakat Siantar bisa hidup lebih sejahtera dengan mengembangkan apapun potensi yang dimilikinya.
“Pasti perputaran yang juga akan semakin bagus,” imbuh Corry.
Pemko Klaim PTS Menolak
Sebelumnya diketahui bahwa Pemko Siantar di saat rapat dengan Komisi III DPRD pertengahan Juli lalu mengatakan bahwa salah satu penyebab belum berdirinya universitas negeri di Siantar adalah karena PTS yang ada di Siantar menolak rencana tersebut, karena khawatir jumlah mahasiswanya jadi berkurang.
“Kalau kita tanya universitas swasta mereka keberatan. Mereka takut siswa mereka berkurang.” Demikian kata salah seorang pejabat Bappeda yang mendampingi Kepala Bappeda Hamam Soleh di rapat tersebut.
Pejabat tersebut mengatakan penolakan PTS itu mereka dapatkan ketika mereka sedang menyusun studi kelayakan yang menjadi salah satu prasyarat yang dibutuhkan untuk mengukur kelayakan pendirian universitas negeri di kota ini. [nda]



















