Home Fokus Uang receh Rp 100 tak laku di Siantar? Ini kata Kepala Perwakilan...

Uang receh Rp 100 tak laku di Siantar? Ini kata Kepala Perwakilan BI…

SHARE

isiantar.com – Bagi warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pasti sudah mengerti bila ada yang berkata di kota ini uang pecahan Rp 100 dan Rp 200, sudah tidak laku. Sebab banyak warga yang mengalami kejadian saat bertransaksi, dimana partner transaksinya menolak uang receh tersebut karena dianggap sudah tidak laku lagi.

Hal itu menyebabkan banyak pengusaha semisal produsen produk-produk dagangan lokal yang terpaksa beradaptasi dengan situasi ini. Mereka mengakalinya dengan cara mendesain kemasan produk mereka untuk yang paling murah menjadi seharga Rp 500.

Saat realita ini dikonfirmasikan kepada Elly Tjan selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesi (BI) Pematangsiantar, Selasa (16/8/2017), ia menegaskan bahwa uang pecahan tersebut masih berlaku. Bahkan Elly Tjan mewanti-wanti bahwa ada sanksi hukum bagi pihak yang menolak bertransaksi dengan uang pecahan tersebut.

“Sepanjang pecahan itu belum dicabut oleh BI, itu masih berlaku. Jadi semua masyarakat wajib menerima. Barang siapa yang tidak menerima ada sanksi hukumnya di undang-undang mata uang,” jelas Elly Tjan.

Elly Tjan, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar.

Kemudian, mengenai kabar masih adanya pedagang  yang memberi permen sebagai kembalian pengganti uang pecahan tersebut, Elly Tjan meminta agar masyarakat yang mengetahuinya untuk melaporkan kepada BI.

“Permen itu bukan alat tukar. Kalau ada yang melakukan praktek seperti itu, tolong laporkan ke kami dan itu bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku. Alat pembayaran yang sah hanya uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,”tegasnya. [nda]