Home Politik Terkait Jabatan Sekda, Hefriansyah Ingkari ‘Mual Nauli’?

Terkait Jabatan Sekda, Hefriansyah Ingkari ‘Mual Nauli’?

SHARE
Resman Panjaitan.
isiantar.com – Dibukanya kembali seleksi jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) pada 16 januari 2018 lalu, tercatat sebagai upaya penjaringan Sekda yang ketigakalinya yang dilakukan oleh walikota Siantar, Hefriansyah, pasca meninggalnya walikota terpilih Hulman Sitorus.
Dua upaya sebelumnya dilakukan di  2017 lalu. Termasuk tahap perpanjangan masa pendaftaran karena tidak adanya pendaftar di tahap pertama. Dan meski diperpanjang, proses tersebut kembali gagal akibat jumlah pendaftarnya tak memenuhi syarat minimal.
Agak berbeda dengan penjaringan Sekda di periode-periode sebelumnya, proses kali ini cukup mendapat perhatian dan kerap menjadi perbincangan publik. Pasalnya, proses ini digelar di saat Resman Panjaitan sedang menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda.
Resman Panjaitan adalah seorang PNS yang selama ini disebut-sebut sebagai orang kepercayaan mendiang Hulman Sitorus. Dan hingga kini masih tetap menjadi orang kepercayaan kelompok “Mual Nauli” yakni sebutan untuk keluarga dan kerabat dekat mendiang yang saat pilkada kemarin menjadi orang-orang utama dibelakangan kemenangan Hulman Sitorus – Hefriansyah.
Saat dibukanya tahap pertama dan kedua seleksi Sekda di tahun 2017 lalu itu kesan pengabaian terhadap eksistensi Resman ini memang tidak terlalu disorot publik. Sebab meskipun diyakini sebagai orang kepercayaan dan ‘titipan’ Mual Nauli untuk menduduki posisi Sekda, namun ada peraturan saat itu yang membuat Resman dianggap tak lagi punya kans untuk bisa menjadi sekda defenitif yakni terkait usianya yang sudah mendekati pensiun.
Kembali ke soal kelompok Mual Nauli, sedikit mundur ke belakang ke hari persemayaman terakhir jenazah Hulman Sitorus sebelum dikebumikan, Hefriansyah dalam kata-kata terakhirnya sempat mengucapkan komitmen bahwa bila nanti dia sudah dilantik maka segala konsep kebijakannya akan harus terlebih dahulu mendapat restu dari istri mendiang. (Baca: Komitmen Politik Hefriansyah Dihadapan Jenazah Hulman Sitorus)
Adanya kesan ngotot Hefriansyah untuk menggeser Resman dari ‘kursi’ Sekda mulai jelas terendus publik setelah ia mengacuhkan saran dari sejumlah anggota dewan yang meminta agar Resman didefinitifkan sebagai Sekda pasca gagalnya dua kali seleksi lewat Pansel tersebut. Dimana yang terjadi kemudian justru Hefriansyah membuka kembali proses seleksi untuk yang ketiga-kalinya, tertanggal 16 januari 2018.
Informasi terbaru didapatkan dari seorang sumber yang dikenal sebagai bagian dari kelompok Mual Nauli pasca terbitnya Perpres Nomor 3 tahun 2018 tentang Pejabat Sekretaris Daerah, menyebut, bahwa baru-baru keluarga mendiang sudah berbicara langsung kepada Hefriansyah mengusulkan agar Resman dilantik sebagai Sekda definitif. Usulan itu dianggap sudah berdasar dan sangat rasional sebab dengan terbitnya Perpres tersebut, sudah tidak ada lagi masalah perihal usia Resman.
“Tapi gak jelas jawabannya (Hefriansyah), dia kayak ogah gitu,” ujar sumber yang tidak ingin mananya diterakan itu. Lebih lanjut ia juga menuturkan adanya kesan Hefriansyah telah mengingkari komitmen yang pernah diucapkannya di depan khalayak.
Hefriansyah sendiri belum berhasil dikonfirmasi mengenai hal ini. [nda]