Home Komunitas Tak Ada Biaya, Dua Atlit Tinju Siantar Terancam Batal Ikut Kejurda

Tak Ada Biaya, Dua Atlit Tinju Siantar Terancam Batal Ikut Kejurda

SHARE
Dua atlit tinju Siantar, Sulfansah (kiri) dan Rizki (kanan) mengapit pelatihnya, Jumadi, saat mendatangi kantor KONI, Rabu (5/9/2018).

isiantar.com – Karena tidak ada dana pemberangkatan, dua atlit tinju yang bernaung di Pengcab Pertina Kota Siantar terancam gagal mengikuti kompetisi Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang akan berlangsung di Kota Medan, tanggal 7 sampai 9 September 2018.

Kedua atlit muda itu ialah Rizki Sandi Wardana (13) yang saat ini duduk di kelas VIII SMP Negeri 9, dan Sulfansa Almiza (17) siswa kelas XII SMA Negeri 6. Padahaal sebelumnya, kedua atlit ini sudah menjalani dua bulan masa persiapan di lokasi latihan di Tanjung Pinggir. Rizki dipersiapkan untuk bertarung di kelas 42 kg junior, sementara Sulfansa di kelas 46 kg youth.

Menurut manager, pelatih, dan juga komisi teknis yang kerap mendampingi kedua atlit — yang sudah memendam impian mengharumkan nama Siantar — ini, terancam batalnya keikutsertaan itu disebabkan oleh ketidakpedulian Ketua Pengcab Pertina Siantar, Lilik Saragih. Hal itu disampaikan ketiga orang tersebut langsung kepada Ketua KONI Siantar, Jayadi Sagala, Rabu (5/9/2018) di kantor KONI.

M Bangun Harahap selaku manager dan Sulaiman selaku Komtek, nenuturkan, persiapan yang sudah berlangsung selama dua bulan adalah atas instruksi Lilik selaku yang menerima undangan untuk Kejurda itu, bahkan beberapa kali Lilik datang meninjau langsung proses persiapan tersebut.

Namun mendekati masa pemberangkatan, Lilik terkesan lepas tangan, sehingga mereka tak punya biaya sama sekali untuk berangkat ke Kejurda tersebut.

“Parahnya, tadi pagi kami ke rumahnya (Lilik), masa dibilangnya gak pernah kami disuruhnya untuk persiapan (ikut Kejurda) itu. Uh, geram kali aku,” ungkap Sulaiman dengan mimik kecewa.

Kejadian mengecewakan seperti itu menurut mereka bukan pertama kali terjadi. Kejadian yang mirip juga baru terjadi beberapa waktu lalu ketika mereka akan mengikuti kompetisi ke Kabupaten Pakpak. Dan agar atlit yang sudah berlatih tidak kecewa, mereka terpaksa meminjam uang dari Komandan Denpom sebesar Rp 8 juta.

Merespon kekecewaan yang juga menyiratkan harapan akan adanya pertolongan itu, Jayadi mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, keluhan itu baru diketahuinya di waktu yang sudah sangat mepet. Apalagi KONI selama ini tidak pernah menerima surat pemberitahuan, ataupun yangsekedar bersifat tembusan, dari Pengcab Pertina Siantar terkait kegiatan tersebut.

“Kita di sini kan harus tertib administrasi. Kita tidak pernah diberitahukan, sementara surat tentang kegiatan itu katanya sudah dua bulan di tangan orang ini (Pengcab Pertina),” ungkap Jayadi, sembari melanjutkan bahwa terjadi di Pengcab Pertina itu akan menjadi catatan bagi KONI, khususnya terkait sikap Lilik tersebut

Akhirnya, setelah sekitar dua jam bertemu, kedua atlit bersama ketiga pendampingnya itu meninggalkan kantor KONI. [**]


Baca juga: Krisis Keuangan, Dua Atlit Muaythai Simalungun Terancam Pulang dari Kejurnas