Home Hukum Suara Musik Ganggu Ibadah, Cafe Dekat Rumdis Pejabat Siantar Ditutup Warga

Suara Musik Ganggu Ibadah, Cafe Dekat Rumdis Pejabat Siantar Ditutup Warga

SHARE
Puluhan warga yang baru usai Shalat Tarawih datangi DL Cafe & Resto.

isiantar.com –Sebuah cafe yang bernama DL Cafe & Resto yang beralamat di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, tiba-tiba didatangi puluhan warga, Sabtu malam (2/6/2018) sekitar Pukul 21.00 WIB, saat cafe tersebut sedang menampilkan hiburan live music.

Warga yang berdatangan adalah penduduk sekitar yang baru melaksanakan Shalat Tarawih di masjid yang berjarak sekitar 300 meter dari cafe tersebut. Mereka protes dengan suara musik yang terlalu keras yang dirasa telah mengganggu kekhusyukan saat melaksanakan ibadah, dan menuntut cafe tersebut ditutup.

Keluhan dan desakan warga agar cafe DL Cafe & Resto ditutup bukanlah yang pertama sekali. Pada pertengahan Februari lalu, warga juga pernah menyampaikan keresahan serupa akibat suara musik dari cafe yang hanya berjarak 50 meter dari rumah dinas wakil walikota ini, dianggap terlalu keras.

Kali ini, amarah warga tampak memuncak. Mereka kembali mendesak pemilik cafe tersebut agar menunjukkan izin usahanya. Sementara personil kepolisian dan Camat Siantar Sitalasari tampak berupaya meredam amarah warga tersebut.

“Orang lagi ibadah, musik menjadi-jadi. Kita kan gak pernah buat gaduh. Kami meminta ini ditutup. Adapun izinya kalau sudah meresahkan masyarakat tetap dicabut. Saya sebagai Imam di mesjid itu bersaing dengan suara di sini. Mau pecah leher saya, paham enggak, pak. Saya sudah cukup menghargai. lihat itu semua minuman keras disitu. ini harus diselesaikan sekarang,” ucap Ustad Ahmad Supri kepada Camat Sitalasari, mendesak camat agar membuat surat pernyataan menutup aktifitas cafe tersebut.

Hampir dua jam ditunggu dan pemilik cafe masih belum memperlihatkan izin usahanya, membuat warga merasa yakin izin usaha dari cafe tersebut tidak ada.

“Ini sudah berkali kali kami sampaikan. sudah berkali kali, sudah berkeringat darah. Nah, ini di bulan Ramadhan lagi, kami bilang supaya cafe ini ditutup. Titik. Kalau pun ada izinya kami tetap menuntut supaya ditutup. Ini sudah menggangu kami beribadah,” kata Muslimin Akbar, salah seorang warga yang juga dikenal sebagai mantan anggota DPRD.

Tepat Pukul 23.00 WIB, warga mendesak agar penjabat-pejabat yang telah hadir di lokasi itu membuat pernyataan menutup cafe tersebut untuk tidak diperbolehkan lagi beroperasi.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Junaidi Sitanggang, dan Kepala Bagian Humas Pemko Siantar Hamam Soleh yang juga sudah tiba di lokasi berupaya mengajak warga untuk terlebih dahulu membicarakan desakan tersebut kepada pemilik cafe yang bernama Daniel Silalahi. Namun upaya kedua orang ini tidak berhasil, warga semakin mendesak cafe tersebut segera ditutup.

Setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya permintaan warga terpenuhi dengan ditandatangainya surat oleh forum pimpinan kecamatan di hadapan Wakapolres Siantar Kompol Kompol Joni Sitompul, Kapolsek Siantar Martoba, AKP David Sinaga, Camat Siantar Sitalasari dan Danramil. Surat tersebut berisi pernyataan agar DL Cafe & Resto ditutup dan tidak diperbolehkan beroperasi.

Surat Pernyataan Forum Pimpinan Kecamatan.

 

[nda]


Baca juga: Menyeruak Seksinya Seluk-beluk Kopi bersama Firma Hukum Parade 7 & Co