Home Peristiwa Sejumah ASN Dampingi Hefriansyah Penuhi Panggilan Panitia Angket

Sejumah ASN Dampingi Hefriansyah Penuhi Panggilan Panitia Angket

SHARE
Salah satu bentuk aksi yang digelar massa etnis Simalungun saat berunjukrasa di depan gedung DPRD, 9 April 2018 lalu.

isiantar.com – Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, akhirnya memenuhi panggilan Panitia Angket DPRD perihal dugaan penistaan Etnis Simalungun pada Jumat (6/7/2018). Hefriansyah datang bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Siantar diantaranya Hamam Soleh, Junedi Sitanggang dan Budi Utari.

Para ASN itu ikut masuk ke dalam ruangan tempat pertemuan Hefriansyah dengan Panitia Angket, yang digelar dengan bersifat tertutup untuk publik dan wartawan.

Ketua Panitia Angket, Oberlin Malau, yang diwawancarai seusai pertemuan memintai keterangan Hefriansyah selaku terlapor dalam dugaan penistaan itu mengatakan, para ASN tersebut ikut membantu Hefriansyah dalam memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Panitia Angket.

“Semua dijawab, kalau pun yang dibantu kadisnya sama asistennya sama sekdanya. Tapi kami batasi, kalau tidak ada izin dari kami (para ASN itu) tidak bisa ngomong,” kata Oberlin.

Hefriansyah sendiri bersama rombongannya tampak bergegas pergi meninggalkan gedung DPRD seusai pertemuan tersebut.

Panitia Angket Berencana Studi Kasus ke Karo dan Garut

Mengenai kebutuhan akan saksi ahli, Oberlin mengatakan Panitia Angket masih akan melihat perkembangan selanjutnya. Sebab Panitia Angket akan terlebih dahulu melakukan studi kasus ke daerah-daerah yang pernah mengalami kasus yang sejenis dengan yang sedang mereka investigasi ini.

“Itu tergantung dari berkembangnya kerjanya inilah nanti, belum bisa disimpulkan. Kita kan mau ‘berguru’ dulu ke Karo ke Garut, mempelajari kasus, membanding-bandingkan,” ungkapnya mengakhiri. [nda]