Home Peristiwa Sebut Nasionalisme Siantar Makin Rendah, Lukas Barus: DPRD Jangan Cuma Nanya-nanya Aja

Sebut Nasionalisme Siantar Makin Rendah, Lukas Barus: DPRD Jangan Cuma Nanya-nanya Aja

SHARE
Kepala Badan Kesbangpol, Lukas Barus. (isiantar/nda).

isiantar.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar, Lukas Barus,  tampak kecewa dengan lembaga DPRD. Pasalnya, anggaran untuk kegiatan sosialiasi kebangsaan yang ditampung di satuan kerjanya hanya cukup untuk satu kali kegiatan.

Kekecewaan Lukas Barus itu bermula dari rapat evaluasi dengan DPRD yang digelar pada bulan Mei tahun 2017 lalu, dimana dalam rapat tersebut, Lukas mengungkapkan bahwa rasa kebangsaan warga Pematangsiantar semakin rendah.

Namun meski Lukas telah mengungkapkan hal itu, ternyata anggaran untuk kegiatan sosialiasi kebangsaan yang ditampung di satuan kerjanya, nilainya hanya cukup untuk satu kali kegiatan. Padahal ia menyakini, sosialisasi seperti itu akan bisa meningkatkan kembali rasa nasionalisme warga kota ini.

“Cuma sekali, tidak ada uangnnya, tidak ada duitnya, mau diapain,” kata Lukas saat diwawancarai Jumat sore (20/7/2018).

Lukas menekankan, kegiatan sosialiasi kebangsaan adalah penting untuk pembangunan negara. Sosialiasi seperti itu dikatakannya merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur manusia.

“Justru itu institusi DPRD supaya memikirkan itu, supaya digenjot, ditambahi anggaran kami biar bisa kami laksanakan. Maksudku jangan nanya-nanya ajalah, pikirkanlah, kalau nanya-naya aja aku pun pintar,” ketus Lukas.

Parameter Lukas Barus Dipertanyakan

Pernyataan Lukas Barus pada tahun 2017 yang mengatakan bahwa rasa kebangsaan warga kota Pematangsiantar semakin rendah, menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Pasalnya, selain bahwa kota ini justru dikenal sebagai kota paling toleran se-Indonesia, parameter yang digunakan Lukas Barus sebagai dasar atas kesimpulannya itu juga  dinilai terlalu dangkal bahkan terkesan mengada-ada.

“Harusnya kan pak Lukas Barus tunjukkan mana hasil penelitiannya sehingga dia sampai pada kesimpulannya itu, biar kita evaluasi dulu metodenya benar atau salah, hasil pemikiran sepihak atau bukan.

Jangan dong cuma gara-gara dia lihat ada mungkin angkot yang salah posisi masang benderanya langsung ujuk-ujuk mengklaim semua warga Siantar ini nasionalismenya sudah makin rendah. Pernyataan seperti itu malah yang bisa berbahaya,” ujar Kristian, salah seorang warga saat diwawancarai beberapa waktu lalu. [nda]


( Baca Juga: Soal Nasionalisme, Jakarta Harus Banyak Belajar dari Siantar )