Home Fokus Robert Siregar: Jajaran direksi PD PAUS patut diganti jika….

Robert Siregar: Jajaran direksi PD PAUS patut diganti jika….

SHARE
Robert Tua Siregar. (foto: nda)

isiantar.com – Meski merupakan salah seorang inisiator pembentukan PD PAUS, Robert Tua Siregar telah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Badan Pengawas perusahaan daerah pada bulan Oktober 2015, lalu.

Keputusan pengunduran diri itu didasari beberapa hal yang salah satunya ialah diabaikannya saran-saran Badan Pengawas oleh manajemen perusahaan tersebut.

Saat diwawancarai di kompleks Gedung Pascasarjana USI, Kamis sore (15/6/2017), Robert membeberkan beberapa penilaiannya atas kinerja perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama bernama Herowin Sinaga itu.

Diantaranya ialah tidak ada team work yang bagus, dan manajemen perusahaan tidak fokus pada pekerjaan yang menjadi skala prioritas.

Mengenai tidak fokus pada skala prioritas, Robert menjelaskan, ia pernah mengkritik soal banyaknya daftar jenis pekerjaan yang ingin dikerjakan sekaligus oleh perusahaan tersebut. Lantas ia menyarankan manajemen agar memilih satu jenis pekerjaan saja, yang menjadi prioritas, untuk terlebih dahulu dikerjakan dengan tuntas.

“Tidak fokus. Artinya begini, belum selesai ini, udah dipegang ini, dipegang ini. Kita lihat yang di Parluasan, di jalan Nias, persampahan, Sisha, ada lagi antarin. Artinya begini, dengan kondisi (misalnya) uang kita 10 kita mengerjai 22, gimana? Kan itu dia.

Artinya fokus dulu satu-satu, satu-satu dulu dikerjai. Siap ini, pindah ke kesini, kan itukan. Ada skala prioritas. Ini, pegang ini pegang ini, kan itu yang kita tidak berterima sebagai pemberi masukan. Jadi apa artinya kita sebagai advicer memberi masukan kalau memang tidak ini (didengarkan),” jelasnya.

Masih soal manajerial, akademisi yang menjabat sebagai Direktur Pascasarjana USI ini juga mengkritik mengenai sistem kerja secara tim yang tidak berjalan dengan baik di PD PAUS.

“Mereka memiliki visi yang luar biasa. Tetapi visi yang luar biasa ini kan harus memilih team work . kalau tidak team work gimana dia mau jalan. Kan itu? Misalnya antara Direktur dengan ‘ini’, kan harus ada sinkronisasi? Hari ini kita mau buat ‘ini’, jadi dikerjai si ‘A’ lah ini, manager ini. Tapi besoknya yang disuruhnya udah si ‘ini’ (sudah yang lain), gimana mau fokus? Itulah dia,” bebernya.

Mengenai sikap opini publik saat ini, yangmana sebagian telah mengarah pada usulan untuk mengganti jajaran direksi bahkan hingga menyarankan pemko untuk menutup PD PAUS, menurut Robert, ada satu hal yang perlu segera dilakukan terlebih dahulu. Yaitu melakukan evaluasi dan audit terhadap perusahaan tersebut.

“Kalau mau jujur, secara ilmiah kita lihat, (hendaknya) ada dulu hasil evaluasi yang betul-betul. Artinya sampai di mana progressnya. Kalau memang di atas 60 (persen) jalankan, tapi kalau memang dibawah 60 ganti aja jajaran direksinya,” ungkapnya.

Dirinya sendiri, kata Robert, sebelum mengundurkan diri Oktober 2015 lalu, sempat melayangkan surat ke DPRD meminta agar dana penyertaan modal ke PD PAUS dihentikan. [nda]