Home Peristiwa Ricuh Rapat DPRD dengan Dishub, Eliakim Nyaris Berkelahi Dengan Posma Sitorus dan...

Ricuh Rapat DPRD dengan Dishub, Eliakim Nyaris Berkelahi Dengan Posma Sitorus dan Frans Bungaran

SHARE

isiantar.com Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruangan komisi III, pada Selasa (22/3) siang, berlangsung ricuh. Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak nyaris adu jotos dengan Kadishub Posma Sitorus dan juga anggota komisi III, Frans Bungaran Sitanggang.

Kejadian bermula saat rapat yang dimulai pukul 11.00 WIB itu, sudah berjalan sekitar satu setengah jam.

Eliakim yang baru saja datang dan mengambil posisi duduk berdekatan dengan Posma Sitorus, mengajukan interupsi kepada pimpinan rapat untuk diberikan kesempatan ikut berbicara.

Frans yang menunjukkan ekspresi tidak suka sejak hadirnya Eliakim langsung menyeletuk, “Pimpinan, karena ini rapat komisi III, pimpinan. Biar komisi III saja yang berbicara, pimpinan. Terimakasih. ” Kata Frans dengan cepat.

Pada titik itu, seolah tidak terjadi apa-apa, ketua komisi III Hendra Pardede, dengan santai mempersilahkan anggota komisi lainnya, Kiswandi, untuk berbicara melanjutkan pembahasan yang sedang tanggung dalam perdebatan sengit soal masalah yang ditimbulkan CV. Paradep Taxi. Dan Eliakim, akhirnya hanya duduk diam mendengar untuk sementara.

Setelah dirasa sudah cukup, Hendra kemudian melempar pertanyaan siapa lagi yang ingin ikut berbicara, ”tadi ada juga lagi yang mau memberikan tanggapan?” Ujar Hendra sambil menunjuk ragu-ragu ke arah Eliakim.

Eliakim pun langsung menggunakan kesempatan itu untuk berbicara. Setelah menyampaikan teguran terhadap Frans Bungaran yang dianggapnya telah lancang memotong omongannya tadi sebagai pimpinan DPRD, Eliakim lalu berbicara berisi kemarahannya atas ucapan-ucapan Kadishub Posma Sitorus yang sempat didengarnya dalam rapat tersebut, karena menurutnya tidak masuk akal dan merupakan upaya melempar kesalahannya ke pihak DPRD.

“Saya heran melihat ini, kadisnya ini. Herannya seolah-olah perda itu tidak ada di kota Pematangsiantar ini. Mau menerbitkan Perda, katanya (tadi). Kalau menerbitkan Perda, bilang sama pimpinanmu (walikota) , pimpinanmu kan ada. Itu juga (prosedur menerbitkan Perda) kan sudah diatur di dalam Perda.

Bapak juga kami undang ke sini justru karena bapak sudah melanggar Perda. Kalau bapak tidak melanggar Perda, tidak kami undang di ini. (Soal Paradep) Kan sudah diatur dalam perda itu sebenarnya terminal adanya di mana. Tapi kalian melanggarnya,” ucap Eliakim mengomeli Posma.

Eliakim melanjutkan, “trus bapak bilang tadi supaya kami (DPRD) berkonsultasi ke kepolisian, ke Organda lagi. Bukan tugas kami itu,” kata Eliakim sambil menunjuk Posma.

“Maksudnya kami, kami (Dishub) yang berkoordinasi, Pak, bukan itu DPRD,” potong Posma.

“Jangan dibilang di sini itu. (Dibicarakan) ditempat kalian itu,” balas Eliakim.

“Itu musti kami sampaikan. Harus kami sampaikan itu,” jawab Posma lagi dengan nada meninggi.

“Kalau gak tidak sanggup ya bapak menjabat (jadi Kadis), bilang gak sanggup,” ketus Eliakim dengan marah.

“Bukan. Bukan gak sanggup, Pak…,” balas Posma lagi.

Ketika Eliakim akan berbicara lagi, Posma langsung memotong. “Maaf pak Ketua, dari tadi kami sudah (banyak) bahas di sini, dan sudah ada jalan keluarnya. (Eliakim yang baru datang) Jangan balik ke belakang lagi,” ketus Posma.

“Jangan mengatur saya di sini. Saya ngomong di sini,” Eliakim membentaknya. Dibalas, “Bukan mengatur, saya memberikan jawaban.”

“Saya ngomong kau lawan-lawan pulak,” Eliakim semakin melotot pada Posma.

“Lah, saya memberikan jawaban. Pak. Lagian Perda juga kan sudah ada yang perlu di perbaiki…,” jawab Posma dengan suara lebih keras.

Ngotot-ngototan adu mulut antara kedua orang ini setelah Frans Bungaran interupsi meminta pimpinan rapat untuk mengambil alih dan langsung diambil alih oleh Koordinator Komisi III, Mangatas Silalahi, yang juga ikut dalam rapat itu.

Tidak lama setelah Mangatas berbicara, rapat ditutup. Namun saat, akan meninggalkan ruangan Eliakim dan Posma masih sempat adu mulut lagi. Tidak jelas apa yang mereka ucapkan. Hanya, “kau ‘kau-kaukan’ pulak lagi aku,” Eliakim masih marah, namun Posma langsung berlalu meninggalkan ruangan itu.

Ternyata setelah Posma keluar, Eliakim langsung mendekati meja Frans Bungaran. Di tempat ini, adu mulut dan saling memaki kembali terjadi.

“Apanya maksudmu melarang aku ngomong. Aku pimpinan di sini. Aku bisa bikin kau tidak ikut rapat,” kata Eliakim. “Bah bikin,” balas Frans.

“Belajar kau peraturan!”

“Kau yang perlu belajar!”.

“Jangan anggar-anggar preman kau di sini!”

“Siapa yang anggar-anggar preman?”

Adu dan saling memandang ngotot itu baru berakhir setelah anggota DPRD yang lain melerai dengan menggiring Eliakim untuk keluar dari ruangan tersebut. (nda)