Home Peristiwa Pipa Pecah Akibat Alat Berat, PDAM Tirtauli Minta Maaf

Pipa Pecah Akibat Alat Berat, PDAM Tirtauli Minta Maaf

SHARE
Pengerjaan proyek drainase di Jalan Ade Irma Suryani, Kamis (13/9). (isiantar).

isiantar.com – Sebuah pipa distribusi di kawasan Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Sitalasari, yang Rabu (12/9) kemarin sempat pecah dan mengakibatkan air yang tersalur ke rumah pelanggan jadi keruh, sudah diperbaiki.

Pecahnya pipa diketahui disebabkan oleh aktifitas alat berat untuk proyek outer ring road (jalan lingkar), yang membentur pipa dan membuatnya pecah.

“Begitupun, kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan kami,” kata Ikwan Lubis, Kabag Humas PDAM Tirtauli, Kamis siang (13/9/2018).

Sebelumnya, ketidaknyamanan itu juga sempat diungkapkan warga ke medsos. Tapi kemudian warga juga mengapresiasi kesigapan PDAM Tirtauli yang segera melakukan perbaikan.

Keluhan pelanggan yang disampaikan lewat medsos dan ditanggapi langsung oleh salah seorang direksi PDAM Tirtauli.

 

Sehari setelah yang di Viyata Yudha, kerusakan oleh penyebab yang sama juga terjadi terhadap pipa di Jalan Ade Irma, Kecamatan Siantar Utara, Kamis pagi (13/9).

Aktifitas alat berat perbaikan drainase di tempat ini juga membuat pipa pecah. Beruntung, sore harinya, pihak pemborong proyek mau berkoordinasi dan bekerjasama dengan PDAM Tirtauli untuk melakukan perbaikan.

Pergeseran Tanah Karena Hujan Sebabkan Kerusakan Pipa di Tengkoh dan Pondok Malaysia

Intensitas hujan yang tinggi juga ikut membuat petugas PDAM harus bekerja keras sepekan terakhir.

Salah satunya ialah terhadap pipa distribusi yang putus di tepi sungai di kawasan Pondok Malaysia, Kelurahan Tong Marimbun, yang membuat distribusi air ke pelanggan di sekitar Jalan Parapat menjadi terganggu.

Dan hal serupa juga terjadi pada pipa distribusi jalur Tengkoh, kawasan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Sorma.

 

“Yang di jalur Tengkoh tadi pagi mati, sedang diperbaiki, mudah-mudahan sore ini airnya hidup. Pipanya putus karena faktor alam. Sekali lagi kami mohon maaf,” ungkap Ikhwan.

Warga Minta Pemborong Bertanggung-jawab

Sebagai kebutuhan mendasar manusia, kelancaran akses air lebih dibutuhkan daripada proyek apapun. Oleh karena itu pengusaha yang sedang melakukan kerja-kerja proyek, diminta agar berhati-hati.

Hal itu disampaikan warga kota Siantar, D Saragih, yang beberapa kali sudah melihat dan merasakan terganggunya akses air karena pengerjaan proyek di kota ini.

“Yang lebih dibutuhkan masyarakat kan air, jadi para pemborong lebih bertanggung-jawablah. Kalau rusak, perbaiki. Jangan ditinggal,” pinta warga yang juga berkantor di Jalan Ade Irma ini. [*]


Baca juga: 

Pelebaran Jalan 2017, Proyek yang Menyusahkan