Home Seni & Wisata Pemkab Samosir Sediakan Tranportasi Gratis ke Bandara Silangit

Pemkab Samosir Sediakan Tranportasi Gratis ke Bandara Silangit

SHARE
(Sumber foto: Humas Samosir)

isiantar.com – Pemkab Samosir, Sumatera Utara, akan menyediakan bus angkutan gratis dari-dan-menuju Bandara Silangit.

Dikutip dari akun resmi milik Humas Pemkab Samosir, program bus angkutan gratis tersebut akan di-launching pada Minggu 1 Oktober 2017.

“Kabar Gembira…. Dalam rangka mendukung Wisata Samosir dan mendukung bandara Silangit sebagai bandara International Pemerintah Kab.Samosir akan melaunching moda transportasi Pada Hari Minggu 01 Oktober 2017 Pukul 09.00 dengan rute Pangururan-Bandara Silangit PP (pulang-pergi) yang di pusat kan di terminal Onan Baru Pangururan dengan Jadwal 2 trip per hari. Trip I Pukul 06.00 Wib dan trip II Pukul 11.00 Wib. Keberangkatan dari Bandara Silangit bertempat di Areal Parkir Bandara Silangit dan waktu keberangkatan disesuaikan dengan kedatangan pesawat,” demikian tulis akun tersebut.

Layanan bus gratis ini hanya diperuntukan bagi penumpang yang memiliki tiket penerbangan dari dan ke bandara Silangit, selama Oktober sampai Desember 2017.

Bagian dalam bus angkutan gratis Pemkab Samosir ke Bandara Silangit. (Sumber: Humas Samosir)

Bandara Silangit sendiri direncanakan akan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi di bulan Oktober ini. Bagi Pemkab Samosir, penyediaan angkutan gratis ini disebut dalam rangka mendukung Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata internasional.

Sejak 2016 lalu, pemerintah pusat dan sejumlah pemerintah daerah disekitar Danau Toba memang gencar melirik kawasan ini. Mulai dari pembangunan infrastruktur semacam jalan tol, hotel dan pelabuhan sudah dirancang untuk dibangun dengan wacana yang diusung yakni menjadikan Danau Toba menjadi “Monaco of Asia”. Pemkab Samosir sendiri dalam sejumlah publikasi menggelar sejumlah event atau kegiatan yang disebut untuk menjadikan Samosir sebagai daerah kunjungan wisata internasional.

Namun dalam pandangan beberapa pihak, masih banyak poin yang patut didiskusikan dengan serius oleh pemerintah dalam hal program-program ini. Terutama tentang pemahaman sektor industri wisata. Agar program-program atas kawasan Danau Toba yang sedang dijalankan, tidak kemudian hanya menjadi sekadar proyek-proyek semata yang meminjam kesohoran nama danau ini.

“Pemkab Samosir misalnya, belakangan ini kita baca sudah beberapa kali menggelar event yang dalam publikasinya disebut untuk menjadikan Samosir sebagai daerah kunjungan wisata mancanegara. Nah, ini maksudnya bagaimana? Sebab setahu saya sejak akhir tahun 80-an ya Samosir sudah ramai dikunjungi kunjungan wisatawan mancanegara. Nah, di sini saya rasa ada yang masih harus diluruskan oleh pemkab kepada publik yang mungkin saja sebenarnya tidak sederhana sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar menggelar event dan event,” ujar Horas Hutahaean, salah seorang seorang pemerhati sektor wisata. [im]